Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

 


Bawaslu Sumut Raker Evaluasi Pemilu 2019 di Padangsidimpuan

Panyabungan ׀ suaraburuhnasional.com - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sumatera Utara menggelar rapat kerja teknis evalua...



Panyabungan ׀ suaraburuhnasional.com - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sumatera Utara menggelar rapat kerja teknis evaluasi penanganan pelanggaran pemilu tahun 2019, di Aula MAN 2 Kota Padangsidimpuan, Kamis (31/10/2019).

Dalam acara rapat kerja teknis evaluasi penanganan pelanggaran Pemilu tahun 2019 yang dilaksanakan di Kota Padangsidimpuan, Komisioner Bawaslu Madina ikut serta menghadiri acara Raker Evaluasi pemilu 2019.

Adapun Komisioner Bawaslu Mandailing Natal yang menghadiri Maklum Pelawi, ST yang menjabat sebagai Koorddiv pengawasan Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga, Ahmad Iswadi M.si yang menjabat sebagai Koordiv Hukum, Data dan Informasi dan Ali Aga Hasibuan SH.i yang menjabat sebagai Koordiv Penindakan Pelanggaran.

Ketua Bawaslu Sumatera Utara Syafrida R Rasahan, SH mengatakan kegiatan ini adalah evaluasi dalam pengawasan pemilu, dimana sebagai pengawas harus lebih maksimal lagi dalam menangani pelanggaran yang ada khususnya pada Pilkada 2020. Kegiatan ini juga kita harapkan beberapa rekomendasi/kritik terhadap Perbawaslu tentang penanganan pelanggaran agar lebih tajam lagi. Sebut Ketua Bawaslu sebagai pengawas pemilu, dalam proses pemilu perlu kita melakukan perbaikan-perbaikan.

Safrida juga menyebut di Sumut Bawaslu sudah menangani sebanyak 428 laporan dan temuan, 24 putusan pengadilan, ada 41 sengketa terkait politik uang di Sumatera Utara. “Mengingat tugas Bawaslu yang begitu berat sesuai amanat undang-undang nomor 7 tahun 2017 kita harus melakukan perbaikan-perbaikan demi mewujudkan pemilu yang luberjurdil”, katanya.

Anggota Bawaslu RI Rahmat Bagja mengatakan, baru tahun ini sengketa baik di tingkat nasional dan provinsi ditunggu oleh warga, masyarakat sekarang menunggu sidang sengketa di Bawaslu untuk ditonton. Menurutnya, masyarakat meminta keterbukaan dalam penyelesaian sengketa.

 “Kita buka semuanya kecuali mediasi, proses sesuai fakta, apa yang terbuka di sidang itulah yang diproses. “Selain membuka semua proses penanganan pelanggaran dan penyelesaian sengketa, Bawaslu, selanjutnya, juga berusaha menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi saat pemilu”, tambahnya.

Oleh karena itu, Bagja mengharapkan, pengawas pemilu memperkuat kinerja pengawasan dan penegakan hukum Pilkada Serentak 2020. (Mn)

No comments