Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Polisi Diminta Segera Proses Kasus Pencabulan Anak Di Bawah Umur

  Palas ǀ suaraburuhnasional,com - Pada Minggu (15/9/2019) lalu telah terjadi pencabulan kepada anak di bawah umur (6,5 Tahun) bernama N...


 
Palas ǀ suaraburuhnasional,com - Pada Minggu (15/9/2019) lalu telah terjadi pencabulan kepada anak di bawah umur (6,5 Tahun) bernama Nurmina Dly di Desa Pagaran Mompang Kecamatan Lubuk Barumun Kabupaten Padang Lawas (Palas) tempat kejadian di rumah pelaku pas musim rambutan korban yang di iming-iming dikasih rambutan.

Sementara itu, orang tua korban telah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tapsel, namun ironisnya hingga kini tidak ada proses penyidikan dan penahanan pada terlapor, yang melapor ibu kandung korban yang bernama Siti Aslamia Lubis, korban kedua Aidayani Dly umur (9 Tahun) dengan tempat kejadian usai pulang mandi dari sungai.

Kedua orang tua korban sangat keberatan dan meminta dengan sangat kepada pihak berwajib dan Komisi Perlindungan Anak (KPA) supaya ditindak tegas sesuai UU yang berlaku di negara ini kepada pelaku yang bernama Karman Harahap yang sehat dan waras tetapi diduga mengidap penyakit predator anak-anak, setelah kejadian manusia bejat itu malah sering mengancam kepada orang tua korban sembari mengatakan tidak takut dilapor kemanapun karna pengacara hebat,”ucap pelaku cabul.

Seperti dalam Pasal 82 Tahun 2002 UU Nomor 23 Tentang Perlindungan Anak tidak mengenal Unsur suka yang menjadi penyebab Tindak Pelanggaran Pencabulan,selain itu dalam pasal tersebut juga tedapat sanksi hukuman penjara minimal 3 tahun dan Maksimal 15 tahun, dengan demikian pelaku bisa diganjar sesuai dengan rasa keadilan keluarga korban tindak pencabulan.

Adapun, Pasal 82 berbunyi,"setiap orang yang dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, serangkain kebohongan atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul, dipidana dengan pidana paling lama 15 Tahun dan paling sedikit 3 tahun dan denda paling banyak Rp.300 Juta dan Paling sedikit Rp.60 juta, jika hal ini dibiarkan maka dikhawatirkan akan ada lagi korban berikutnya. (Zul/Irul)

No comments