Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Tanda Tanya Terhadap Dugaan Pembunuhan Hakim PN Medan

Medan | suaraburuhnasional.com - Tewasnya hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin di dalam mobilnya di sekitar kebun sawit area Del...



Medan | suaraburuhnasional.com - Tewasnya hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin di dalam mobilnya di sekitar kebun sawit area Deli Serdang membuat banyak orang bertanya-tanya. Meski proses autopsi sudah dilakukan namun polisi masih menyelidiki penyebab kematian korban.

Kapolrestabes Medan, Kombes Dadang Hartanto belum bisa menyimpulkan perkara kematian Jamaluddin tersebut lantaran masih mendalami hasil autopsi dan proses penyelidikan sedang berlangsung serius. “Kami tidak mau buru-buru menyimpulkan. Pertama, kami butuh hasil olah TKP. Kedua, nanti, kami butuh hasil autopsinya. Baru dari situ kami bisa menyimpulkan arahnya ke mana,” tegas Dadang di RS Bhayangkara Medan, Jumat (29/11) lalu.

Tambahnya, petugas kepolisian yang masih bekerja di tempat kejadian sedang mengumpulkan informasi dari keterangan para saksi. Sebelumnya, Jamaluddin ditemukan warga dalam keadaan tak bernyawa di dalam mobil Land Cruiser Hitam BK 77 HD miliknya di areal kebun sawit di Desa Suka Rame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara pada Jumat siang. Rencananya, Jenazah Jamaluddin dikabarkan akan dibawa pulang ke Nagan Raya Aceh setelah diautopsi.

Sementara itu, berdasarkan keterangan istri korban yang bernama Zuraida Hanum (41), korban sempat berpamitan untuk menjumpai rekannya di Bandara Kualanamu sebelum akhirnya ditemukan tewas di dalam mobilnya.

“Kata istrinya tadi sama saya, dia (korban) jemput temannya di bandara. Jam 5 udah berangkat dari rumah,” kata Humas PN Medan Erintuah di RS Bhayangkara Medan Jumat malam.

Selain itu, kata Erintuah, rekan kerjanya juga sempat melihat korban hadir di kantor. Pada saat itu korban tidak mengenakan pakaian training seperti yang dipakai saat ditemukan meninggal dunia.

“Masih pakai jeans dia, belum pakai training. Karena memang setiap hari jumat kami olahraga, tapi hari ini enggak karena ada kegiatan sosialisasi. Tapi waktu sosialisasi itu, dia udah gak kelihatan,” jelasnya.

Terakhir diinformasikan bahwa keluarga tengah bersiap memulangkan jenazah ke Nagan Raya Aceh untuk dimakamkan.

Rumah Sempat Diteror OTK

Istri mendiang Jamaluddin juga mengatakan kepada wartawan bahwa kediamannya di Perumahan Royal Monaco, Blok D Nomor 22, Kecamatan Medan Johor pernah diteror oleh beberapa orang tak dikenal tiga pekan sebelum suaminya ditemukan tewas.

“Waktu itu pagar pintu rumah kami sempat dirusak orang tidak dikenal diduga ditabrak pakai mobil,” kata Zuraida di Nagan Raya seperti dikutip Antara, Minggu (1/12).

Kejadian tersebut, sambungnya, terjadi sekitar pukul 06.30 WIB saat semua anggota keluarga tengah bersiap memulai aktivitas.

Aksi tersebut setidaknya merusak pintu pagar rumah mereka sehingga tak dapat difungsikan kembali. Sayangnya, aksi teror itu tidak terekam oleh CCTV yang terpasang di area rumah lantaran sedang mengalami kerusakan.

“Entah karena sengaja atau tidak, yang jelas pintu rumah kami sudah rusak. Tidak tahu siapa yang melakukannya, karena saat saya keluar dari rumah tidak ada orang di luar,” ungkapnya.

Menurut Zuraida, sang suami tidak pernah mengeluh atau pun bercerita mengenai kegiatannya. Ia juga tidak pernah bercerita apakah mengalami teror atau pun ancaman.



Kasus yang Ditangani Jamaluddin Saat Menjadi Hakim

Terpisah, PN Medan sempat menelusuri perkara-perkara yang ditangani Jamaluddin sebagai Majelis Hakim guna mengusut kemungkinan keterkaitan dengan kematiannya.

"Banyak kasus yang dia tangani, dia kan juga termasuk hakim niaga juga. Tapi sudah kita telusuri tidak ada indikasi perkara-perkara yang 'potensial' itu," ujar Ketua PN Medan, Sutio Jumagi Akhirno, Sabtu (30/11).

Sutio berharap polisi mengusut tuntas perkara tersebut. Dia mengaku tidak mengetahui persoalan yang melatarbelakangi kasus yang menimpa Jamaluddin ini.

Sutio menyerahkan sepenuhnya ke polisi soal penyelidikan tewasnya Jamaluddin. Ia berharap fakta kebenaran yang sesungguhnya segera terungkap. “Biarkan kepolisian yang mencari kebenaran,” tutup Sutio. (Rio)

No comments