Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Tangkal Berita Bohong Saat Musim Pilkada, KPU Medan Bentuk Media Center

Medan ׀ suaraburuhnasional.com - Warga Medan tak lama lagi memilih pemimpin baru pada September 2020 mendatang. Oleh karena itu, Ketua Kom...



Medan ׀ suaraburuhnasional.com - Warga Medan tak lama lagi memilih pemimpin baru pada September 2020 mendatang. Oleh karena itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan, Agussyah Damanik resmi membentuk Media Center demi menyukseskan ajang lima tahunan tersebut.

KPU menilai selama ini keterlibatan media massa kredibel dalam mengawal proses pilkada nyatanya mampu menekan angka golput. Hal tersebut kemudian menjadi latar belakang terbentuknya Media Center.

“Media menjadi salah satu stakeholder yang penting bagi kami terkait jalannya Pilkada Medan 2020,” kata Agus yang didampingi beberapa anggota di Aula Kantor KPU Medan, Jalan Kejaksaan, Senin, (2/12).

Lebih jauh, Media Center KPU dibentuk guna menuntun masyarakat dalam mengelola informasi khususnya menangkal berita-berita bohong/hoaks yang marak beredar pada masa-masa pilkada mengingat pengalaman buruk KPU ketika diserang berita bohong beberapa waktu lalu.

"Media massa ini menjadi mitra penting untuk mengedukasi masyarakat dan menyaring berbagai informasi bohong atau hoaks yang sangat merugikan kita semua," jelas Agus.

Menurut Agus, hadirnya berita bohong benar-benar sangat mengganggu. Maka itu peran dari media massa yang berkualitas sangat dibutuhkan dalam memerangi hal-hal tersebut. “Klarifikasi melalui media massa inilah yang kami harapkan dapat menghempang hoaks itu,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, nama Amru Lubis keluar sebagai Ketua Media Center KPU Medan dan Jonris Purba menjadi Sekretaris. “Kita ini (Media Center) hanya sebagai penghubung media dengan KPU. Tujuannya agar apa yang diharapkan KPU dan media dapat berjalan dengan baik demi suksesnya Pilkada mendatang,” kata Amru.

Tak lupa, KPU berpesan kepada media mengenai karakter independen seorang jurnalis harus tetap terjaga saat menyampaikan informasi.  "Kepercayaan publik kepada KPU selaku penyelenggara maupun kepada para calon (peserta pilkada) kuncinya adalah transparansi dari media itu sendiri," jelas anggota KPU yang bernama Rinaldi Khair. (Rio)

No comments