Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Stempel BPD di Maros Digandakan, Kabid Pemdes : Saya Tidak Arahkan Begitu

Maros ǀ suaraburuhnasional.com - Masih ingat kasus pelaporan seorang Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) oleh kepala desanya ke polis...



Maros ǀ suaraburuhnasional.com - Masih ingat kasus pelaporan seorang Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) oleh kepala desanya ke polisi?. Sampai saat ini, ketegangan tersebut masih berlanjut.

Terbaru, Ketua BPD Labuaja, Usman yang dilaporkan Kepala Desa Labuaja, Asdar ke Polres Maros, menemukan bahwa stempel BPD untuk kepentingan persuratan di kantor desa, dipalsukan/digandakan.

Usman menjelaskan, hal itu diketahuinya saat mendengar desanya sudah menggelar rapat jelang penetapan APBDes 2020. Padahal, dirinya sebagai Ketua BPD yang harusnya menjadi pihak pengundang rapat, belum membuat surat apa-apa.

"Akhirnya saya cek undangan untuk salah seorang warga. Stempel BPD yang dipakai lain. Sudah digandakan. Padahal saya baru mau siapkan undangannya," tuturnya, Kamis (13/2/2020).

Dia pun sedang menimbang apakah akan melaporkan persoalan tersebut ke pihak berwajib. "Yang jelas saya khawatir, stempel itu sudah digunakan juga untuk beberapa persuratan lain. Kecemasan saya lainnya adalah jangan sampai tanda tangan saya ikut dipalsukan. Mudah-mudahan tidak," imbuhnya.

BPD Labuaja baru-baru ini mengirim surat kepada Bupati Maros dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Maros. Aduan mengenai adanya penggandaan stempel dan permintaan pengecekan jangan sampai ada pemalsuan tanda tangan juga di berbagai dokumen. Namun, surat tersebut belum dibalas.

Sekretaris Desa Labuaja, M Rais mengakui memang ada penggandaan stempel BPD di desanya. Aparatur di kantor desa, kata dia, pun tahu. Namun, dia menyebut bahwa kepala desa juga hanya menjalankan petunjuk dari pihak Pemerintah Kabupaten (PMD) dan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Maros. "Pak kades disuruh ji juga," timpal Rais.

Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas PMD Maros, Syamsul saat dikonfirmasi wartawan mengakui sempat memberi arahan kepada aparatur desa di Labuaja. Namun, bukan untuk penggandaan stempel.

"Bukan. Saya tidak arahkan langsung ke penggandaan. Saya bilang, usahakan dulu dapatkan ketuanya untuk membuat surat. Setelah itu, saya arahkan ke asosiasi pemerintah BPD se-Kabupaten Maros," tutupnya. (Tim)

No comments