Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Tidak Kembali Ke Rumahnya, IRT Ditemukan Sudah Tidak Bernyawa Lagi

Aek Kanopan, Labura | suaraburuhnasional.com - Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) Verawati boru Lumban Tobing (39) warga Kampung 50 Desa Tan...



Aek Kanopan, Labura | suaraburuhnasional.com - Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) Verawati boru Lumban Tobing (39) warga Kampung 50 Desa Tanjung Pasir Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labuhanbatu Utara ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa lagi.

Mayat Verawati boru Lumban Tobing ditemukan warga di dekat pohon sawit warga di belakang rumah warga, Sabtu (15/02/2020 ) sekira pukul 21.30 Wib.

Saat itu mertua Korban Tumiar boru Panggabean menghampiri warga Lambok Silalahi (saksi)  bersama Tumiar boru Panggabean mencari korban ke kandang ternak babi manun korban tidak ditemukan.

Kemudian Mertua Korban Tumiar Panggabean bersama Lambok Silalahi (29) melanjutkan pencarian korban, bersama warga lalu ditemukan angkong milik korban di belakang rumah warga kemudian warga sekitar mencari di sekitaran angkong milik korban ditemukan korban sudah tergeletak dalam keadaan berbaring ke kiri dalam keadaan sudah tidak bernyawa lagi.

Selanjutnya masyarakat melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kualuh Hulu. Personil Polsek Kualuh Hulu, unit Reskrim bersama piket fungsi tiba sekira pukul 23.30 Wib di TKP dan melakukan cek dan olah TKP.

Hasil cek dan olah TKP keadaan korban dalam posisi terbaring, disisi kanan ada sebilah pisau carter warna hijau yang dipakai untuk alat memotong rumput utk pakan ternak babi, dengan jarak 50 cm dari pisau carter tersebut terdapat tumpukan rumput untuk pakan ternak babi.

Selanjutnya dari saku korban yaitu saku depan sebelah kiri korban di temukan Hp Nokia warna hitam biru. Dan kondisi korban sudah kaku dan tidak bernyawa lagi, selanjutnya pada pukul 04.00 Wib, mayat korban dilakukan Visum Et Revertum di RSU Aek Kanopan disaksikan kedua belah antara mertua dan orang tua korban yang datang dari Kisaran.




Kedua belah pihak mertua korban dan orang tua korban yang datang dari Kisaran tidak bersedia untuk dilakukan Visum dalam (Otopsi) kerena dalam tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda tanda yang mengarah menuju kekerasan pada seluruh bagian tubuh korban (korban meninggal dianggap dengan wajar)

Walaupun demikian Polsek Kualuh Hulu masih tetap melakukan pendalaman penyelidikan tentang sebab musebat meninggalnya korban, demikian ditulis di media Polsek Kualuh Hulu, hal tersebut dibenarkan oleh Kapolsek Kualuh Hulu AKP Sahrial Sirait, SH, MH. (P.Lbs)

No comments