Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Cegah Corona, Anggota DPRDSU Ahmad Hadian Minta Agar MTQ Kab. Batu Bara Ditunda

Batubara | suaraburuhnasional.com - Pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) Kab. Batu Bara yang dijadwalkan mulai dibuka pada S...



Batubara | suaraburuhnasional.com - Pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) Kab. Batu Bara yang dijadwalkan mulai dibuka pada Selasa 17 Maret 2020 selama satu pekan kedepan sebaiknya ditunda.

Sebab, even tersebut tentunya akan melibatkan ratusan bahkan ribuan warga Batu Bara yang akan berduyun-duyun datang memenuhi arena. Hal tersebut selaras dengan himbauan pemerintah pusat dan Provinsi Sumatera Utara dalam upaya mencegah penyebaran virus Corona.

Demikian disampaikan Ahmad Hadian Kardiadinata, Anggota DPRD Sumatera Utara asal Daerah pemilihan Batu Bara pada wartawan, Senin (16/03/2020) di Indrapura.

“Wacana penundaan MTQ ini memang menimbulkan perbedaan pendapat dikalangan para tokoh Batu Bara. Sebagian ada yang ingin tetap dilanjutkan dengan alasan ini adalah even keagamaan yang tentunya Allah akan jaga keselematannya, namun sebagian lainnya berpendapat untuk ditunda dengan alasan keselamatan warga dari penyebaran Corona yang sedang merebak. Meskipun hingga saat ini belum ada dikabarkan kasus Corona di Batu Bara,”ungkap Ustadz Hadian

Saat disinggung tentang adanya perbedaan pendapat tentang wacana penundaan ini, Ustadz Hadian memberikan alasan bahwa masih ada waktu lain untuk pelaksanaan MTQ.



“Kita bukan takut mati atau ingin lari dari takdir. Dulu pun di zaman pemerintahan  Khalifah Umar Bin Khothob pernah terjadi wabah penyakit yang disebut Tho'un di negeri Syam. Lalu para sahabat senior berbeda pendapat tentang bolehnya memasuki Syam atau tidak. Umar lalu memimpin musyawarah untuk memutuskan ini. Hingga akhirnya diputuskan tidak memasuki negeri Syam karena ternyata pernah ada arahan dari Rasulullah Saw yang mengatakan "Jika terdapat wabah penyakit disuatu negeri maka kalian jangan masuk ke negeri tersebut, namun jika kalian sudah terlanjur berada didalam negeri tersebut, maka kalian jangan keluar dari negeri tersebut". Lalu saat gubernur Syam dijabat oleh Amr Bin Ash, beliau membuat kebijakan Lock Down. Membatasi masyarakat keluar rumah dan menginstruksikan untuk mengungsi ke gunung-gunung untuk menghindari kontak dengan yang sudah terjangkit dan menghindari kerumunan-kerumunan massal. Dan setelah itu alhamdulillah wabah itu bisa diatasi" jelas Hadian.

Sekretaris Komisi B DPRD sumut ini juga menyambut baik keputusan Bupati Batu Bara Ir Zahir, MAP yang telah meliburkan sekolah selama dua pekan kedepan. "Ini juga demi kebaikan rakyat". Pungkasnya. (Al)

No comments