Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Pemkab Toba Serius Antisipasi Penyebaran Covid-19

Toba ǀ suaraburuhnasional.com - Penularan Covid-19 sudah memprihatinkan karena penyebarannya tidak lagi terjadi pada epicentri Covid-19 ...



Toba ǀ suaraburuhnasional.com - Penularan Covid-19 sudah memprihatinkan karena penyebarannya tidak lagi terjadi pada epicentri Covid-19 di daerah Wuhan, melainkan sudah lintas negara dan benua. Tantangan virus yang semakin kompleks dan merebak cukup cepat mendorong Pemkab Toba untuk mengantisipasi dalam prinsip kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

Karena itu Pemkab Toba menggelar rapat penanggulangan dan pencegahan menyebarnya Covid-19 yang dihadiri oleh jajaran Forkopimda antara lain Ketua DPRD, Kejari Balige, Kapolres Toba, Dandim 0210/TU, para Pimpinan OPD se-kabupaten Toba dan jajarannya, MUI cabang Toba, Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama, Pengurus Badan Kerjasama Antar Gereja, Pastor dari Gereja Katholik, serta eksponen masyarakat lainnya.

Hasil Rapat penanggulangan penyebaran virus tersebut disampaikan dalam konperensi pers yang disampaikan Sekda Kabupaten Toba  Drs. Audy Murphi Sitorus, SH,MSi didampingi jajaran Forkopimda dan Pengurus BKAG beserta beberapa pimpinan OPD.

Rumusan hasil rapat tersebut telah disepakati secara bersama yang terdiri dari tujuh item antara lain adalah bahwa untuk mengantisipasi pencegahan penyebaran virus corona telah dibentuk Posko Utama yaitu Dinas Kesehatan Kabupaten Toba, RSUD Porsea dan RS HKBP Balige ditambah dengan Posko Pembantu yaitu seluruh fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah di Kabupaten Toba dan Pos Lalulintas di Terminal Porsea.

Perlu dibentuk Gugus Tugas untuk penanganan semua masalah yang berhubungan dengan Covid-19 dengan ketua Kepala BPBD Kabupaten Toba, dr.Pontas H.Batubara, MKes

Telah disepakati secara bersama bahwa seluruh Siswa PAUD/SD/SMP untuk belajar di rumah yang diberlakukan mulai tanggal 20 Maret sampai dengan tanggal 03 April 2020 yang tentu saja akan dilengkapi dengan modul pelajaran yang dibutuhkan.

Seluruh tempat hiburan, permainan dan tempat keramaian lainnya disarankan penutupan kegiatan mulai tanggal 20 Maret sampai dengan 03 April 2020. Khusus untuk bentuk keramaian di tempat ibadah pengaturan lebih lanjut diatur tersendiri oleh pimpinan tempat ibadah.

Perlu disampaikan bahwa fasilitas kerja pemerintah tetap berjalan sebagaimana mestinya yang berarti kantor instansi pemerintah tetap dapat melayani keperluan masyarakat.

Untuk menjaga kesimpang-siuran informasi tentang Conid-19 disarankan kepada masyarakat luas agar selalu beupaya untuk mendapat informasi dari pemerintah melalui gugus tugas atau fasilitas keehatan lainnya tentang keberadaan dan perkembangan masalah Covid-19.

Perlu disampaikan bahwa saat ini para petugas kesehatan dari  Puskesmas setempat aktip mengukur temperatur masyarakat sebagai salah satu langkah mengidentifikasi gejala Covid-19. (Hamonangan Siahaan)

No comments