Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Hadapi Wabah Virus Corona, Dinas Kominfo Sergai Malah Pangkas Anggaran Dan Terkesan Remehkan Peran Wartawan

Sei Rampah | suaraburuhnasional.com – Di tengah maraknya wabah Virus Corona yang melanda Indonesia, membuat pemerintah melakukan lockdow...



Sei Rampah | suaraburuhnasional.com – Di tengah maraknya wabah Virus Corona yang melanda Indonesia, membuat pemerintah melakukan lockdown atau berdiam diri dirumah, tak terkecuali di Kabupaten Serdang Bedagai. Hal ini menjadikan ekonomi masyarakat bawah menjadi terhambat. Termasuk orang yang mendalami atau bekerja sebagai seorang jurnalis.

Media-media yang melakukan kerjasama dengan Pemkab Serdang Bedagai (Sergai) selalu berharap uang pembayaran advetorial dapat diterima sekarang ini. Namun harapan tersebut terasa cukup memukul perasan di kalangan insan pers yang bekerja sama dengan Pemkab Sergai. Bukannya anggaran dinaikan, malah anggaran justru berkurang. Padahal Dinas Kominfo hanya membayar media tahun lalu yang dalam arti jumlah medianya masih tetap. 

Kekecewaan ini dialami oleh wartawan media ini sendiri, Herry Suheiri (41) yang mendapatkan uang advetorial selama 2 bulan hanya sebesar Rp. 90 ribu rupiah. Kebijakan Dinas Kominfo untuk memberikan jumlah uang selama dua bulan sebesar 90 ribu rupiah ini dianggap seperti meremehkan kerja dan peran wartawan di Kabupaten Serdang Bedagai.

Dengan alasan aturan telah sesuai kesepakatan, hingga Kominfo mengurangi anggaran, dengan alasan yang belum jelas. Padahal aturan tersebut saya rasa tidaklah menyeluruh dijalankan sepenuhnya oleh Dinas Kominfo, pasalnya Dinas Kominfo selama ini kita lihat tidak adanya keterbukaan selaku pengguna anggaran.

Seharusnya Dinas Kominfo memberikan penjelasan atau pun pengumuman tentang jumlah pembayaran advetorial kepada media secara rinci setelah terjalinnya kerjasama, kalau perlu dilakukan konferensi pers.

Masalah ini juga dikeluhkan salah seorang wartawan Surat Kabar Mingguan M Nasir yang menerima uang advetorial sebesar seratus ribu lebih saja."Bentuk kerjasama di Tahun 2020 saat ini jauh lebih parah pas ketepatan masyarakat lagi dihadapi wabah Virus Corona ini, lebih mahal upah cetak advetorial di koran kita, ketimbang uang yang dibayar Dinas Kominfo," jelas Nasir, Selasa (31/3/2020).




Sebelumnya, Kadis Kominfo Drs H Akmal, AP Msi saat ditemui awak media, Rabu (1/4/2020) pukul 11.20 Wib di ruang kerjanya menolak dengan alasan sibuk, dan awak media ini diarahkan ke salah satu pegawainya, Rini mengatakan semua bahan yang kita kirim ke semua media jumlahnya sama, karena kami mengirimnya melalui group WA jadi tidak ada yang kita pilih-pilih dalam pemberian bahan berita, mengenai tidak masuknya bahan berita WA bersangkutan itu tidak dapat kita tau kesalahannya dimana, kita hanya bayar apa yang kita terima dari media bersangkutan, yang pada bulan Januari sampai di bulan Februari jumlahnya sedikit, dan sedikit pula uang yang kita bayar ke abang,”ungkap Rini.

Selanjutnya Rini juga menjelaskan tentang anggaran yang dipangkas sudah disetujui dari pihak Kominfo dengan pihak media, singkat Rini kepada media ini. (Herry)

No comments