Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Jubir Tim Gugus Tugas Covid - 19 Kab. Asahan Jelaskan Terkait Kematian Warga

Asahan | suaraburuhnasional.com - Pasca Wabah Virus Corona (Covid - 19) serta terkait meninggalnya salah seorang warga Dusun 07 Desa Kap...



Asahan | suaraburuhnasional.com - Pasca Wabah Virus Corona (Covid - 19) serta terkait meninggalnya salah seorang warga Dusun 07 Desa Kapias Batu 08 Kecamatan Tanjung Balai - Asahan, atas nama Andi Sitorus (28), Rabu, (8/4/2020), H. Rahmat Hidayat Siregar, S.Sos, M.Si selaku Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid - 19 Kabupaten Asahan angkat bicara.

Menurut informasi dari H. Rahmat Hidayat Siregar, S.Sos, M.Si bahwa sesuai dengan keterangan dari Kepala Pustu Kapias Baru 08 Kecamatan Tanjung Balai, Nurlina, Alm. Andi Sitorus sudah mempunyai riwayat penyakit sesak napas dan batuk sejak kecil.

Dari keterangan Kapustu Kapuas Baru 08 Kecamatan Tanjung Balai, Andi Sitorus adalah pasien berobat Nurlina. Dari kecil memang sudah sering sesak dan batuk," ungkap H. Rahmat Hidayat Siregar, S.Sos, M.Si saat siaran persnya diterima wartawan, Kamis (09/04/2020) sekira pukul 13.25 Wib.

Dalam keterangan lebih lanjut H. Rahmat Hidayat Siregar, S.Sos, M.Si mengatakan dari penjelasan Nurlina, Andi Sitorus mempunyai pekerjaan sebagai Nelayan, dan di tengah aktifitasnya sebagai nelayan, sesampainya di daerah Batam, penyakit yang bersangkutan kumat di tengah laut.

Melihat hal tersebut, rekan - rekan korban, segera mengupayakan korban untuk berobat ke Batam, namun karena di Batam tidak mendapat izin untuk mendarat maka andi siturus dibawa kembali ke rumahnya.

Dan pada tanggal 8 April Andi Sitorus dibawa ke Puskesmas Sei - Apung untuk berobat, akan tetapi akibat kondisinya semakin memburuk selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Madya Tanjung Balai.

Setelah sesampainya di RSUD Tanjung Balai, sakitnya semakin parah dan akhirnya meninggal dunia, sebelum dilakukan pemeriksaan sesuai dengan prosedur yang ada.

Akhir penyampaian H. Rahmat Hidayat Siregar, S.Sos, M.Si mengatakan berdasarkan koordinasi dengan pihak rumah sakit Tanjung Balai dan untuk menghindari kemungkinan lain maka dilakukan pemakaman berdasarkan Prosedur PDP di Kampung halamannya. (Indra Sibarani)

No comments