Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Ketua DPRD Medan Sepakat Terapkan Cluster Isolation Penanganan Covid-19 di Medan

Medan | suaraburuhnasional.com - Ketua DPRD Medan Hasyim SE mengaku sepakat dengan Plt Wali Kota Medan Ir Akhyar Nasution terkait sistem p...

Medan | suaraburuhnasional.com - Ketua DPRD Medan Hasyim SE mengaku sepakat dengan Plt Wali Kota Medan Ir Akhyar Nasution terkait sistem penerapan Coronavirus Disease (Covid-19) di kota Medan berdasarkan hasil kajian tim gugus tugas. Keputusan penetapan Cluster Isolation ketimbang sistem Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) harus didukung karena dinilai yang terbaik.

Penilaian itu disampaikan Hasyim SE (foto) kepada Geosiar.com di gedung DPRD Medan, Kamis (23/4/2020) menyikapi perkembangan dan upaya Pemko Medan untuk memutus mata rantai wabah Covid-19 di kota Medan.

“Kita harapkan penerapan Cluster Isolation dilajankan maksimal oleh tim guhus tugas. Dan semua pihak kiranya mendukung langkah Pemko Medan. Penetapan penerapan Cluster Isolation sudah tepat karena berdasarkan kajian tim gugus tugas. Kita ketahui tujuannya untuk kepentingan masyarakat banyak,” ujar Hasyim.

Ditambahkan Hasyim yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan itu, sedangkan untuk penerapan PSBB dinilai merupakan jalan terakhir. Sementara dalam memaksimalkan penanganan wabah Covid-19 yang paling utama adalah kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan mengikuti anjuran protokol kesehatan.

“Yang paling utama dulu, kita harus ikut anjuran pemerintah pakai masker, rajin cuci tangan dan jaga jarak serta menghindari keramaian. Cara ini akan ampuh memutus mata rantai Covid-19,” terang Hasyim.

Ditambahkan Hasyim, kenapa tidak menerapkan sistem PSBB, sebab jika PSBB diberlakukan sangat terpengaruh sekali aspek sosialnya, karena selama penerapan itu berlangsung sebagian besar aktivitas masyarakat di luar untuk mencari nafkah keluarganya terganggu. “Nah, aspek inilah yang mesti dipikirkan pemerintah dalam memberikan jaminan sosial bagi masyarakat selama menjalani pola PSBB,” kata Hasyim.

Sementara itu diketahui, Pemko Medan akan menerapkan Cluster Isolation dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Medan.

Guna memaksimalkan penerapan itu, Plt Wali Kota Medan Ir Akhyar Nasution akan menerbitkan Peraturan Walikota (Perwal). “Sedang kita buat Perwalnya, lagi disusun tim. Rencananya Minggu 26 April 2020 akan selesai” sebut Akhyar Nasution kemarin.

Menurutnya Akhyar, dalam Perwal nanti akan banyak hal yang akan diatur. Semua itu untuk kepentingan bersama memutus penyebaran Covid-19. Akhyar pun berharap semua elemen masyarakat dapat saling mendukung dan bergotong royong terkait penanggulangan Covid-19.

Diketahui, Pemerintah Kota (Pemko) Medan memilih untuk menerapkan Cluster Isolation ketimbang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) penangan covid-19. Dimana dalam Cluster isolation ditekankan untuk mengikuti anjuran pemerintah yakni pakai masker, jaga jarak, rajin cici tangan. Sementara yang sakit diobati dan diisolasi. Penanganannya lebih fokus by name by address.

Ditambahkan Akhyar, penetapan sistem Cluster Isolation merupakan hasil rembuq tim ahli. Dan sistem itu tidak jauh beda dengan PSBB. Namun, Cluster Isolation dalam wilayah kecil. (PM)

No comments