Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Bantuan Sembako Dari Pemprovsu Untuk Wilayah Kabupaten Asahan Diduga Dimanipulasi

Asahan | suaraburuhnasional.com - Untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19, Pemerintah Pusat, dan Pemerintah Provinsi S...



Asahan | suaraburuhnasional.com - Untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19, Pemerintah Pusat, dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) telah menyalurkan bantuan sosial (Bansos) berupa paket sembako kepada 1.321.426 Kepala Keluarga (KK), yang tersebar di 33 kabupaten/kota wilayah Sumatera Utara (Sumut).

Bantuan sosial tersebut bersumber dari refocusing anggaran APBD Pemprov Sumut sebesar Rp.300 Milyar . Untuk jumlah penerima bantuan ditetapkan berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kabupaten/Kota dan telah disepakati dalam hal pemberian bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS).

Adapun Bantuan Sembako yang disalurkan oleh Pemprovsu ke setiap Kabupaten/Kota adalah sebagai berikut; 1. Beras IR 64 Super = 10 Kilogram (Kg), 2. Gula Pasir = 2 Kg, 3. Minyak Goreng = 2 Liter, 4. Mie Instan = 20 Bungkus, dengan jumlah harga barang tersebut senilai Rp. 225.000 (dua ratus dua puluh lima ribu rupiah).

Tetapi kenyataannya sangat jauh berbeda dengan apa yang terjadi di wilayah Kabupaten Asahan, seperti yang ditemukan oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Independen Hukum Indonesia (IHI) Bahrum saat dikonfirmasi oleh awak media suaraburuhnasional.com, di Kantor Sekretariat DPP IHI di Komplek Perumahan Ledang Indah Blok E Nomor 01 Kedai Ledang mengatakan bahwa saat memantau tempat penyimpanan dan pengemasan bantuan sembako dari Pemprovsu untuk wilayah Kabupaten Asahan, pada hari Selasa 19 Mei 2020 sekira pukul 13.30 Wib di Gedung Olahraga/Serbaguna, Jalan Tusam, Kelurahan Mekar Baru, Kecamatan Kota Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, Sabtu (23/05/2020), menduga bahwa pihak yang ditunjuk oleh Pemprovsu dalam menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 telah memanipulasi tekaran/ukuran/berat bantuan sembako yang akan disalurkan kepada masyarakat Kabupaten Asahan.

Adapun takaran/ukuran/berat yang diduga dimanipulasi oleh pihak yang ditunjuk oleh Pemprovsu dalam menyalurkan bantuan sembako tersebut yakni; 1. Beras yang seharusnya takaran/ukuran/beratnya berisi bruto 10 Kg, ada ditemukan hanya mempunyai takaran/ukuran/beratnya 9,5 Kg (berkurang 0,5 Kg dari seyogianya ukuran beras tersebut), 2. Diduga tidak sesuainya jumlah uang untuk perpaket bantuan sembako yang disalurkan Pemprovsu, dengan uraian sebagai berikut; harga beras IR 64 super di pasaran Rp.110.000 (seratus sepuluh ribu rupiah), harga gula pasir di pasaran Rp. 31.000 (tiga puluh satu ribu rupiah), harga minyak goreng 2 Liter Rp. 24.000 (dua puluh empat ribu rupiah), harga mie instan merk intermie/kapal api 20 bungkus Rp.20.000 (dua puluh ribu rupiah) yang harga perbungkusnya mie instan merk intermie/kapal api di pasaran Rp1.000 (seribu rupiah),"papar Ketua Umum DPP IHI Bahrum.






Jumlah harga perpaket bantuan sembako yang disalurkan pihak yang ditunjuk oleh Pemprovsu untuk disalurkan kepada masyarakat Kabupaten Asahan hanya Rp 185.000 (seratus delapan puluh lima ribu rupiah), sementara nilai harga bantuan sembako Pemprovsu sebesar Rp.225.000," ungkap Bahrum.

Akhir penyampaianya Ketua Umum DPP IHI Bahrum meminta kepada Kepala Kepolisian Resort Asahan AKBP. Nugroho Dwi Karyanto, S.I.K, untuk segera menindaklanjuti laporan dan temuan tersebut. (Indra Sibarani)

No comments