Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Dr. Rafael Kapura, S.IP., M.Si : Seri Metafisika Virus Corona-19

Merauke | suaraburuhnasional.com - Partikel dan kosmologi merupakan elemen terkecil yang dapat dilihat dengan mikroskop serta keduanya s...



Merauke | suaraburuhnasional.com - Partikel dan kosmologi merupakan elemen terkecil yang dapat dilihat dengan mikroskop serta keduanya saling berkontribusi seperti langit dan bumi dalam mengairahkan kehidupan.

Virus Corona-19  merupakan salah satu partikel teroris paling cangih yang mematikan di dunia serta ia berkembang juga dengan partikel lain yang dijinakan yaitu 22gE, NLGe, OC4e, HKU1 dan MERS-CoV penyakit Middle East Respiratori Syndrome atau SARS. Jenis-jenis virus mematikan tersebut,

Dikategorikan ke dalam sub tipe alpa, beta, gamma dan delta serta virus Corona-19 dikategorikan dalam sub tipe alpa dan delta karena penyebarannya melalui udara-menempel. Diameter Virus Corona-19 mencapai 100-200 nm atau panjangnya 27-32 kilobasa serta ia setelah masuk kedalam tubuh manusia, akan melakukan   pengendapan atau spionase selama 14 hari untuk kemudian melakukan teror, penyandraan dan menyebarkan racun-racun (melakukan bom bunuh diri) di dalam tubuh manusia.

Teori model skyme merupakan rute baru dalam metafisika karena berhubungan dengan partikel dan kosmologi. Sehubungan dengan Virus Corona-19 elemen-elemen dasar yang ada pada virus ini, terhubung lansung dengan protein dan reseptor yang berasal dari gabungan partikel-kosmologi. Oleh karena itu, ia  mampu menyebar atau berkembang diseluruh dunia dengan sangat cepat melalui jabat tangan, sengama, bersin atau flu dan transaksi uang kertas.  Kekuatan virus Corona-19 menjadi teroris dunia yang paling cangi ditelusuri dari teori model skyme free out and in put yang ditemukan, Hans Wospakri di dalam menelusuri partikel bola tiga dimensi.  Pada umumnya partikel yang paling dominan dalam virus terdiri dari partikel dawai dan partikel bola tiga dimensi.

Masing-masing partikel ini diharapkan saling mendukung, baik yang linier maupun yang non linier. Selama tahun 1980-an sampai dengan 1990-an berbagai studi mengembangkan  model skyme sudah dilakukan, berkaitan dengan mencari model baru untuk menghubungkan non linier berkontribusi bersama masuk ke dalam perturbasi.  Studi fisika, Hans Wospakrik dengan mengunakan siliton tipologi singkatnya pada akhirnya melahirkan model skyme baru yaitu free out and in put  (elemen linier dan non linier dapat berinergis bersama masuk dalam perturbasi, dengan relasi sistematis). 

Partikel bola  tiga dimensi dan partikel dawai bisa bersinergi bersama untuk pengendalian kehidupan yang lebih baik.  Analisis istana Virus Corona-19  dengan mengunakan teori model skryme free out and in put diatas, memperlihatkan partikel bola tiga dimensi berdiri seperti mayor atau  jendral dengan pasukanya yang siap perang mempertahankan kerjaan atau negaranya. Partikel ini, juga disebut sebagai protein S  serta menjadi genon virus Corona-19 yang terdiri dari satu dawai.

Di dalam bola tiga dimensi, terbentuk 4 simpul hidup dengan satu kapsul yang akan meledak masuk ke dalam perturbasi atau tubuh manusia. Tidak, hanya sampai disitu perannya-ia bersama dengan protein M (partikel dua dimensi atau jendral minor sebagai pengawal) dan protein E (partikel satu dimensi sebagai pengintai lapangan atau tubuh manusia)  melakukan spionase atau pengendapan selama 14 hari. Selama, 14 hari spionase atau mengendapan dalam tubuh manusia maka pengubah objek yang digandakan atau invelope mempersiapkan atau mendistribusikan  peralatan tempur untuk memgambil kekuasaan pada diri manusia-membunuhnya sebagai korbannya.

Bila, kekebalan tubuh manusia tidak siap maka partikel bola tiga dimensi, merasa cukup kuat posisinya serta  dalam situasi yang menguntungkan itu,  maka partikel dawai (terlihat seperti mahkota ratu atau raja dengan simpul terputus) yang dibungkus virus SARS sebagai kluminator mengirimkan racun atau melakukan penyerangan.

Gejala awal, yang terjadi yaitu manusia mulai merasa flu, batuk, pusing, panas dan stamina tubuh melemah ketika sistem imun dalam tubuh manusia telah lumpuh maka inti sel virus Corona-19 meluncur masuk kedalam tubuh manusia dengan mengunakan mahkota penguasaan.  Pada posisi ini, pasien memasuki masa sulit karena partikel dawai dan bola tiga dimensi (partikel S) membutuhkan penanganan serius dengan pengobatan yang cukup cepat maupun tepat. Rekayasa. Untuk diketahui bahwa dalam teori model skyme free out and in put yang dikemukakan oleh Hans Wospakri, diketahui tidak sesuai dengan prinsip partikel dawai dan bola berdimensi tiga.

Temuan dalam kajian ini, terlihat bahwa: Pertama, partikel dawai yang terbentuk seperti mahkota menjalankan aktivitasnya tanpa simpul terikat serta  tidak terhubung langsung sebagai satu kesatuan dan partikel ini, tersamarkan dengan virus SARS sebagai kulminator. Kedua, partikel S atau bola tiga dimensi, partikel M atau bola dua dimensi dan  partikel E atau bola satu dimensia terkarantina dalam ruang  envelope atau partikel pengubah objek yang telah digandakan. Ketiga, sub tipe dalam inti sel virus Corona-19 yang tadinya bertipe delta digandakan menjadi alfa berkaitan dengan penyebaran melalui jaba tangan, sengama, flu dan transaksi uang kertas. Konklusi.

Dari hasil kajian ini, maka saran sebagai beriku: 1). Doa dan berpuasa, 2).
 Jaga kebersihan diri. 3). Mengatur pola makan sehat. 4). Menjaga keberisan lingkungan. 5). Olahraga yang cukup. 6). Istirahat yang cukup.7). Batasi pergaulan, 8). Hindari kontak dengan hewan, 9). Mengatur temperatur udara yang baik.10). Tutup akses atau menghindar ke tempat yang aman. 11). Banyak minum air putih dan jemuran diterik  matahari.12). Bila terjangkit, tetap tenang dan fokus untuk pemulihan.

Saran ini, diperoleh dari hasil kajian mendalam dengan berpatokan pada prinsip Metafisika pencegahan atau penaganan bahwa: 1). (+) dengan (+) hasilnya (sama kuat). 2). (-) dengan (-) hasilnya (sama lema). Ketika virus kuat maka kita harus kuat. Ketika, virus lemah maka kita harus lemah. Maksudnya bahwa pada siang hari virus menjadi lemah ketika ada suplai makanan bergizi, itu menguatkan virus. Selain itu percaya pada Tuhan karena hidup dan mati milikNya. (Muhammad Yasir)

No comments