Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Kapolda Sumut Diduga “Tutup Mata” Soal Tambang Emas Ilegal

Panyabungan | suaraburuhnasional.com - Masyarakat Batang Natal juga Lingga Bayu merasa keberatan dengan banyaknya masuk alat berat yang ...



Panyabungan | suaraburuhnasional.com - Masyarakat Batang Natal juga Lingga Bayu merasa keberatan dengan banyaknya masuk alat berat yang diduga melakukan aktivitas tambang emas ilegal tanpa mengunakan surat izin galian C dengan izin lainya, sampe sekarang para penambang terus beroperasi dengan mengunakan alat berat seperti eskavator untuk melakukan penggalian emas yang dimana berdekatan sungai.

Warga setempat juga merasa risih akibat dari perbuatan orang orang yang tidak memimirkan efek sampingnya di belakangan hari nantinya seperti apa dampak nanti, karena air sungai ini sudah tidak bisa dipakai lagi oleh warga yang berdekatan sungai tersebut sudah berubah warna kuning langsat.

Masyarakat meminta kepada Kapolda Sumatera Utara agar menindak lanjuti dan menangkap para pelaku pelaku penambang emas ilegal dimana hal membuat masyarakat menjadi gerah akan seperti apa akibat dari dampak tambang tersebut.

Sementara itu, warga berharap juga kepada pihak lainnya dapat menindak bahwa penambang ini sudah membuat warga Batang Natal dan Lingga Bayu resah akibat dari pada ulah para penambang teresbut.

Warga juga meminta kepada Kapolres Mandailing Natal agar melihat tambang emas ilegal yang sudah marak dan menjamur oleh perbuat orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan harus dipertanyakan soal izin tambang emas, polres juga harus lebih giat melihat banyaknya kejadian di luar dampak dari kelakuan para penambang tersebut.

Warga juga meminta kepada Bupati Mandailing Natal Drs.H.Dahlan Hasan Nasution untuk melakukan atau menindak banyaknya tambang emas ilgal dimana salah satu sebagai perusak lingkungan yang berdampak pada masyarakat Batang Natal juga Lingga Bayu, harapan warga memohon pada bupati untuk melihat langsung aktivitas para penambang itu terus merajalela tanpa memikirkan akan dampak di kemudian harinya.



Setelah dikompirmasi beberapa warga Batang Natal juga warga Lingg Bayu mengatakan pada awak media, bahwa penambang ilegal harus dapat tindakan tegas oleh pihak aparat penegak hukum, karena dampak dari tambang yang tidak mempunyai izin harus dipertanyakan karena melihat air sungai sudah tidak dapat dipergunakan oleh masyarakat lagi melihat warna sudah berubah menjadi kekuningan.

Warga juga meminta sikap tegas Kapolda Sumatera Utara dapat memperingati seluruh yang mempunyai tambang emas dapat menghentikan aktivitasnya untuk mengingat sesuai arahan kapolda dan gubsu dapat hentikan,"ujar warga saat dikomfirmasi di kediamannya.

Kepada Dinas Lingkungan Hidup harus bisa turut hadir langsung ke lapangan melihat dampak dari aktivitas penambang emas ilegal tersebut,”ujar warga saat dikomfirmasi Rabu (23/4/2020) lalu. (Mn)

No comments