Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Pasca Covid-19, H-2 Lebaran Pekan Tradisional Sidodadi Merayap Konsumen Banyak Tak Pakai APD

Sidodadi, Labusel | suaraburuhnasional.com - Semenjak kurang lebih 2 bulan terakhir mewabahnya pandemi Virus Corona Disease 19 kegiatan ...



Sidodadi, Labusel | suaraburuhnasional.com - Semenjak kurang lebih 2 bulan terakhir mewabahnya pandemi Virus Corona Disease 19 kegiatan berjualan di pusat perbelanjaan pasar pekan tradisional Sidodadi pun dibatasi fase aktifitas pedagang oleh pemerintahan desa dimana biasanya jadwal pekanan 2 kali seminggu kini telah digergaji masa beroperasi pekan tersebut menjadi 1 kali sepekan, kebijakan pemerintah desa ini dilakukan guna memutus mata rantai percepatan penularan Covid-19.

Mengingat protokol kesehatan Covid-19 yang sudah diberlakukan oleh pemerintahan pusat, kini banyak diabaikan oleh sebagian kalangan masyarakat Desa Teluk Panji, Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhan Batu Selatan tepatnya pada H-2 Hari Raya Idul Fitri 1441 H, Jum'at, (22/5/2020).

Melihat situasi banyaknya warga masyarakat yang datang ke Pekan Sidodadi hingga sebagian dari merekapun tidak mengenakan alat pelindung diri (APD) bukan hanya orang dewasa saja bahkan anak-anak dan balita yang mereka bawapun tidak dilengkapi pelindung diri untuk mencegahnya penularan virus yang sedang mewabah saat ini, bahkan ekspresi wajah diantara mereka terlihat biasa saja sepertinya tidak takut akan tertularnya Corona.





Seorang warga bersama anaknya yang masih berusia sebelas tahun yang enggan namanya disebutkan ketika dikonfirmasi media online mengatakan,"ngak ingat, lupa memakai masker karna kami terburu-buru,"pungkasnya.
 
Amatan wartawan di lokasi pekan suasana keramaian para pembeli pengguna kebutuhan bahan pokok rumah tangga untuk lebaran terlihat kurangnya kesadaran sehingga tercipta tidak adanya jarak social disthancing dan physical disthanching sehingga diantara pengunjung tidak menyadari atau tidaknya bahwa mereka tidak mengenakan masker pentup mulut dan hidung, suasana keramaian yang ditimbulkan masyarakat ini dikahwatirkan besar kemungkinan akan berpotensi terjadinya percepatan penularan virus. (Timarsi)

No comments