Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Puluhan Warga Balige Demo Ke Kantor Bupati Toba

Toba | suaraburuhnasional.com - Banyaknya warga Toba yang tidak terdaftar sebagai penerima bantuan sosial (BST) dari pemerintah, berujun...



Toba | suaraburuhnasional.com - Banyaknya warga Toba yang tidak terdaftar sebagai penerima bantuan sosial (BST) dari pemerintah, berujung demo (unjuk rasa) ke Kantor Bupati Toba, dengan jumlah kurang lebih sekitar 30 orang warga penduduk, Kelurahan Sakkar Ni Huta, Kecamatan Balige, sambil protes atas kinerja Pemkab Toba, secara khusus Dinas Sosial yang dinilai warga kurang becus.

Warga tersebut meminta perhatian pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Toba atas nasib hidup mereka yang kehilangan mata pencaharian sehari - hari, akibat pandemi Covid- 19 yang tidak berkesudahan sampai sekarang ini, Rabu (13/5/2020).

Salah seorang warga dari berbagai profesi, Anita br Sianturi mewakili para unjuk rasa menyuarakan aksi dengan suara lantang berkata," kami warga Sakkarni Huta, sampai saat ini belum menerima bantuan apapun dari pemerintah, dan juga kami kaget, sewaktu kami menemukan nama - nama penerima bantuan sosial, banyak yang sudah meninggal, namun terdaftar sebagai penerima bantuan sosial, padahal kami warga Balige yang hidup kami sangat memprihatinkan yang masih hidup sampai sekarang, ekonomi keluarga dan pekerjaan kami lumpuh akibat pandemi Covid - 19 ini, tetapi kami tidak terdaftar sebagai penerima bantuan serunya," sewaktu melihat daftar nama- nama yang di uraikan yang terdaftar di kantor Pos Balige oleh petugas yang seharusnya nama tersebut harus dihapuskan sebab sudah meninggal.

Tolong di tarik semua data itu, karena kami nilai sudah tidak cocok itu dipakai sebagai penerima bantuan dan data itu terkesan penipuan. Perlu diketahui,"sebelum warga mendatangi kantor Bupati Toba, sebelumnya warga telah mempertanyakannya kepada Lurah Sakkarni Huta, namun hingga sekarang, lurah belum menemukan solusi tentang hal ini terhadap kami,”teriak massa.

Lurah mengutip data penerima itu, diterima dari kantor pos dan kantor Camat Balige, dan kenapa dari tujuh pintu bantuan sosial ini kami tahu, seperti PKH, RASTRA, dan bantuan lainnya, bisa empat jenis bantuan dapat diterima oleh satu KK?, sementara banyak warga yang sama sekali tidak menerima bantuan apapun dalam hidupnya yang sangat susah, aneh bin ajaib, ada apa ini, atau apa ada?,”serunya. Jadi, tolong kami pak Bupati,"rakyat sudah lapar, kata Anita seraya wajah nya memelas dengan air mata menetes.

Sebagai utusan warga pendemo, sekitar 20 orang dari antara mereka menghadap dan diterima oleh Asisten Pemkab Toba Harapan Napitupulu bersama Kabag Humas Robinson Siagian, namun warga menolak sambutan asisten dan humas, sembari ngotot harus ketemu langsung dengan Bupati Toba.

Akibat teriakan warga, akhirnya Bupati bersama Sekda Audy Murpi Sitorus dan Asisten Pembangunan Ekonomi Sahat Manullang serta Kepala BPBD Pontas Batu bara turun menyambut warga, sekaligus menerima aspirasi rakyat. Sekaitan hal ini, Bupati menjawab,"di buat aja datanya sekarang, nanti kami verifikasi tapi kami minta ijin, jangan ada yang ganda/dobel,”sebutnya.



Di tempat terpisah, mendengar aksi masyarakyat, seorang anggota DPRD Toba Tonny M Simanjuntak bersama Robinson Sibarani datang ke lokasi yang disetujui, yang saat itu, hadir juga salah seorang anggota untuk Sumut 24, Ernita Sidabutar, mengucapkan,"permintaan persetujuan dapat didaftarkan sebagai penerima bantuan.

Sekaligus dia mengeluarkan statemen, bahwa bantuan yang di berikan oleh bapak Jokowi tidak tepat  sasaran, sembari berucap, kepada bapak Presiden, kami mohon untuk verifikasi ulang data, agar pembagiannya bisa rata, satu untuk setiap kepala keluarga.

Puluhan warga datang menanggapi, mengajukan permohonan calon penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) sesuai permintaannya, namun bagaimana dengan nasib warga negara yang tidak turut hadir yang tidak menerima bantuan dari pemerintah namun mereka layak menerima juga, bagaimana jika tuntutan mereka sebagai warga tidak diterima?. (Octa)

No comments