Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Mafia Tanah Diduga Bekerjasama Dengan Oknum BPN

Medan | suaraburuhnasional.com - Soyem (79) yang ditinggal di Kecamatan Medan Deli Kelurahan Tanjung Mulia Hilir Lingkungan XVIII merasa...



Medan | suaraburuhnasional.com - Soyem (79) yang ditinggal di Kecamatan Medan Deli Kelurahan Tanjung Mulia Hilir Lingkungan XVIII merasa ditipu oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumut dan Medan atas pembebasan lahan proyek Tol Medan – Binjai, Soyem didampingi ahli waris mendatangi kantor BPN Wilayah Sumut, Jalan Brigjen Katamso Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun, Senin (29/6/2020).

Pasalnya Soyem menduga BPN Sumut dan Medan telah terjadi persekongkolan dengan pihak mafia tanah. Soyem juga meminta keadilan kepada pemerintah terkait permasalahan yang dihadapinya.

Dia juga menyampaikan kepada BPN,”agar jangan merampas dan merampok hak miliknya, dia berharap kepada penegak hukum agar mengusut tuntas oknum pejabat BPN yang terlibat di atas lahan miliknya,''ucap Suherni warga Kelurahan Tanjung Mulia Hilir.

Suherni (47) dengan didampingi suaminya Suyanto (49), warga Jalan Kawat 3 Lingkungan XVIII, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli mempertanyakan Surat Ahli Waris Soyem yang merupakan orang tua dari orangtua dari Suherni. Pihaknya merasa ditipu, karena hingga saat ini pihak BPN belum pernah melakukan peninjauan dan pengukuran terhadap lahan milik mereka seluas 2.500 meter.

Hingga saat ini, BPN belum melakukan ganti rugi pembebasan proyek Jalan Tol Medan - Binjai kepada Soyem dan ahli waris. Soyem mempertanyakan surat yang sudah diantar ke Kantor BPN Sumut pada Tahun 2018, namun hingga saat ini belum mendapatkan ganti rugi. Sesuai anjuran Presiden RI Joko Widodo 70 persen bagi warga yang terkena pembebasan jalan tol.

Soyem dan ahli waris mendatangi kantor BPN untuk mempertayakan kepada pegawai BPN melalui Kabid Pengadaan A Rahim Lubis didampingi Kepala Seksi Masniari Situmorang tidak bisa menjelaskan prihal tuntutan Soyem dan ahli waris dan bahkan memberikan jawaban yang berbelit belit.

Bahkan Rahim mengatakan,"saya masih baru menjabat sebagai Kepala Bidang jadi saya tidak tau permasalahan ini,"ucap Rahim bingung.

Sementara Masniari menganjurkan agar pihak keluarga Soyem dan ahli waris untuk mendatangi dan mempertanyakan ke Kantor BPN Medan. "Coba langsung datang ke kantor BPN Medan aja, karena kami tidak memahami masalah ini," cetusnya.

Soyem dan ahli waris meminta agar aparat penegak hukum untuk mengungkap, dan mengusut tuntas mafia tanah serta segera menangkap semua pihak yang diduga terlibat dalam masalah ini, agar jangan terulang lagi adanya mafia tanah di Republik ini.

Terpisah, Kepling Lingkungan XVIII Adi Sugianto mengatakan bahwa dirinya tidak pernah mengeluarkan surat keterangan tanah di daerah tersebut. "Saya tidak pernah mengeluarkan surat tanah tersebut," katanya.

Namun berbeda fakta di lapangan, adanya sebahagian warga yang memiliki surat tanah yang notabenenya diketahui dan ditandatangani Kepling. (PM)

No comments