Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

 


Petani Desa Bakaran Batu Merugi, Ratusan Hektar Sawah Terendam Banjir

Sei Bamban | suaraburuhnasional.com - Ratusan hektar sawah yang ada di Desa Bakaran Batu, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedaga...



Sei Bamban | suaraburuhnasional.com - Ratusan hektar sawah yang ada di Desa Bakaran Batu, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai terancam gagal tanam akibat banjir. Genangan banjir ini hampir merata di seluruh Desa Bakaran Batu. Salah satunya yang terdampak banjir cukup parah yakni di Dusun V. Banjir ini sediri diakibatkan curah hujan yang tinggi terjadi dini hari, sekitar pukul 01.30 sampai pagi hari sekitar pukul:06.00 Wib.

Hal ini disampaikan Rosmin Sianturi (54) warga Dusun V yang memiliki sawah sekitar 1,5 Ha yang tanaman padinya rusak akibat banjir. "Padi yang umur satu bulan saja sudah habis tenggelam,apa lagi padi kita yang masih dua minggu yang tak mungkin ditanam kembali,"ungkap Rosmin kepada awak media, Kamis (11/6/2020). "Jadi saya mohon kepada pemerintah untuk diperhatikan, agar bisa membatu petani yang ada di Desa Bakaran Batu ini," harapnya lagi.

"Sebelumnya di desa ini memang pernah mengalami banjir, tapi cepat surut. Semenjak adanya bangunan jalan tol ini, banjir lambat surutnya dikarenakan air tertahan diding bangunan tol, sedang gorong-gorong yang dibuat oleh pihak tol, terowongan kecil. Akibatnya air banjir yang datang tidak mampu menampung debit air dan membuat air meluap  menggenangi rumah-rumah warga serta persawahan,"pungkas Rosmin.

Selanjutnya, Kadus V Monang Batubara juga mengatakan hal serupa kepada awak media. "Ada sekitar 175 Ha lahan persawahan mengalami kerusakan akibat terendam banjir. Petani disini mengeluh karna banjir yang merendam tanaman padi bakal busuk. Ditambah lagi nantinya air banjir yang lama surutnya,bisa-bisa 3-4 hari baru surut, karena gorong-gorong yang tak mampu menampung air yang masuk ke gorong-gorong,"terang Kadus.



Selain itu penyebab yang lainnya adalah pintu klip irigasi yang ada di Dusun V ini sudah lama rusak. "Pintu air irigasi tidak bisa dibuka habis, karena tuas pemutarnya patah semua dan berkarat. Sehingga air tidak bisa dibuang. Kita juga sudah usulkan kepihak Dinas terkait, namun sampai hari belum juga ada perbaikan," ungkap Kadus.

Dari pantauan awak media ini dilokasi, terlihat luasnya areal persawahan warga hampir seluruhnya rusak terendam air akibat hujan deras dan merata. (Her)

No comments