Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Terkait Pandemi Covid-19, 350 Calon Jamaah Haji Asal Kab. Asahan Batal Berangkat Ke Tanah Suci

Asahan | suaraburuhnasional.com - Kantor Kementerian Agama (Kakemenag) Kabupaten Asahan, membatalkan pemberangkatan 350 Calon Jamaah Haj...



Asahan | suaraburuhnasional.com - Kantor Kementerian Agama (Kakemenag) Kabupaten Asahan, membatalkan pemberangkatan 350 Calon Jamaah Haji (Calhaj) asal Kabupaten Asahan ke Tanah Suci Mekkah.

Demikian hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan Dr H. Hayatsyah M.Pd didampingi H, Jamaluddin Purba sebagai Kasi PHU kepada awak media, Kamis (04/06/2020) di ruang kerjanya.

Kemudian beliau mengatakan dimana pembatalan tersebut telah melalui kajian mendalam dan berbagai pertimbangan pemerintah melalui Kementerian Agama mengumumkan bahwa tahun 2020 ini tidak ada pemberangkatan jamaah haji ke tanah suci.

Oleh karena itu, untuk tahun 2020 ini Kankemenag Kabupaten Asahan menyampaikan Calon Jamaah haji dari Kabupaten Asahan yang tidak berangkat berjumlah 350 orang sesuai dengan data pelunasan BPIH haji yang ada,"pungkasnya.

Hayatsyah juga menerangkan dimana sebelumnya Kakemenag Asahan juga telah dimintai responnya tentang apakah jamaah haji berangkat atau tidak, melalui Survey Kuesioner Tim Krisis Center Haji pada tanggal 13 mei 2020 untuk mendapatkan pengambilan kebijakan penyelengaaraan haji ditengah pandemi Covid-19 dan dirinya menyampaikan opsi/pendapatnya bahwa pelaksanaan ibadah haji untuk tidak dilaksanakan.

“Alhamdulilah keputusan itu yang diambil pemerintah dengan alasan secara argumentatif sesuai Maqoshid syariah tentang Hifzunnafs adanya kalamullah dalam surat albaqoroh 195 janganlah kelembah kebinasaan, qaidah fiqih darul mafasid muqaddamu ala jalbi masholih, persiapan teknis haji secara keseluruhan tidak cukup waktu serta situasi kondisi wabah pandemi Covid 19 cendrung meningkat dan beberapa alasan lainnya ” terang Hayatsyah seraya kembali dengan tegas menyampaikan bahwa pelaksanaan haji tidak dilaksanakan.

Kakankemenag Asahan itu juga menyampaikan kepada para calon jemaah haji agar keputusan ini dapat diterima dengan penuh kaikhlasan dan kesabaran karena sudah tercatat sebagai ibadah diawali dengan niat dan tentunya ada hikmah dari ketentuan/taqdir allah SWT dan tetap mengembangkan sikap husnuzzhon serta bertawaqqal didasari keimanan dan ketaqwaan seiring dengan doa semoga pandemic Covid-19 ini selesai dan jamaah haji dapat berangkat tahun 2021.

Hayatsyah juga menerangkan, Pembatalan pemberangkatan haji tahun ini, Menteri Agama RI telah menerbitkan Keputusan Menteri Agama No 494/2020 tanggal 2 Juni 2020 tentang pembatalan keberangkatan jemaah haji pada penyelenggaran ibadah haji tahun 1441 H / 2020 M, serta tehnis pengajuan pengembalian setoran lunas biaya penyelenggaraan ibadah haji.

Adapun tehnis pengembalianya adalah, 1. Jamaah haji datang ke kantor Kemenag Kabupaten/Kota dengan membawa persyaratan fotocopi KTP, selip setor lunas dan buku tabungan pelunasan. 2. Kankemenag Kabupaten/Kota memvalidasi dan merekomendasikan surat pengajuan permohonan dan dikirim ke Direktur Pengelola Pelayanan Haji Dalam Negeri. 3. Dirjend PHU Kemenag melakukan konfirmasi permohonan tersebut dan melanjutkan ke Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). 4. BPKH menerima dan melakukan verifikasi kemudian mengeluarkan surat perintah membayar (SPM) dan mengirimkan ke BPS BPIH. 5. BPS BPIH menerima SPM dan melakukan transfer dana pengembalian setoran lunas ke rekening jamaah. Proses tersebut berlangsung diperkirakan 9 hari. (Indra Sibarani)

No comments