Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Pemkab Asahan Bantah Dan Klarifikasi Mengenai Tudingan Penipuan Kepada Pengurus Pemulangan PMI Asal Kabupaten Asahan

Asahan | suaraburuhnasional.com - Terkait terhadap pemberitaan di beberapa media yang berisi tudingan Bupati Asahan yang dianggap menipu...



Asahan | suaraburuhnasional.com - Terkait terhadap pemberitaan di beberapa media yang berisi tudingan Bupati Asahan yang dianggap menipu berapa pengurus pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia, Bupati Asahan H. Surya, B.Sc melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Asahan H. Rahmat Hidayat Siregar, S.Sos, M.Si berikan klarifikasi atau bantahan.

Dari Keterangan resminya, Rabu tanggal (29/7/2020), H. Rahmat Hidayat Siregar, S.Sos, M.Si menyampaikan sesuai dengan Surat Tugas Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Asahan No. PRINT.2708/II-DTK/V/2020 tanggal 5 Juni Tahun 2020 memang benar telah menugaskan Indra Bakti, Syarifah Ramona Sagala dan Muhammad Supriadi yang berdomisili sementara di Negara Malaysia untuk mengkoordinir, menghimpun dan mengumpulkan berkas identitas diri PMI warga Asahan yang akan mengikuti program pemulangan dari Negara Malaysia.

Menurut keterangan dan informasi bahwa Data mentah yang diperoleh dari ketiga orang tersebut kemudian diserahkan kepada Disnaker Kabupaten Asahan. Selanjutnya dari hasil koordinasi pihak Diaspora Network Chapter Indonesia yang berada di Malaysia bekerjasama dengan Disnaker Kabupaten Asahan dan pertimbangan kemampuan keuangan daerah diperoleh jumlah PMI yang akan dipulangkan sebanyak 210 orang yang benar-benar merupakan PMI terkena dampak lockdown di negeri jiran tersebut.

Dalam hal tudingan penipuan yang ditujukan kepada Bupati Asahan, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Asahan menegaskan bahwa Bupati Asahan tidak pernah bertemu secara resmi dengan Indra Bakti, Syarifah Ramona Sagala dan Muhammad Supriadi selama proses pemulangan PMI ke Asahan. Dirinya juga menyampaikan Bupati Asahan tidak pernah menjanjikan ganti rugi terkait dana pribadi yang terpakai untuk proses pemulangan PMI tersebut tanpa disertai bukti pembayaran yang sah.

Semua pembiayaan yang timbul dalam proses pemulangan PMI tersebut ditampung dalam anggaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Asahan maka Pemkab Asahan bekerjasama dengan Diaspora Network Chapter Indonesia yang berada di Malaysia agar setiap pengeluaran yang ada benar-benar dapat dipertanggungjawabkan dengan bukti tertulis sesuai ketentuan yang berlaku," papar H. Rahmat Hidayat Siregar, S.Sos, M.Si.

Atas tugas yang telah dilaksanakan Indra Bakti, Syarifah Ramona Sagala dan Muhammad Supriadi berkoordinasi dengan Diaspora Network Chapter Indonesia yang berada di Malaysia dalam membantu mendata PMI yang hendak dipulangkan dari Malaysia ke Kabupaten Asahan, Bupati Asahan menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi atas upaya dan jerih payah yang telah dilakukan.

Tak lupa dirinya juga menyampaikan apresiasi kepada para camat yang telah turut membantu Diaspora Network Chapter Indonesia mendata PMI sehingga diperoleh jumlah 210 orang PMI yang akan dipulangkan.

H. Rahmat Hidayat Siregar, S.Sos, M.Si menuturkan bahwa Pemkab Asahan telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provsu agar dapat membantu Pemkab Asahan dengan anggaran yang ada di Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provsu dalam memulangkan PMI yang berada di negeri jiran kembali ke Kabupaten Asahan.

Dirinya juga sampaikan informasi terkini dari Sekretaris Jenderal Diaspora Network Chapter Malaysia Lukmanul Hakim yang mengatakan bahwa mulai Agustus 2020, Malaysia akan memberlakukan fase terbaru yang disebut Recovery Movement Control Order (RMCO). Sehingga sebagian besar aktivitas bisnis dan ekonomi dapat beroperasi kembali dengan menerapkan protokol kesehatan. Terkait hal tersebut, PMI yang bekerja secara legal di negeri jiran tersebut juga akan kembali bekerja seperti semula dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Mengakhiri Keterangan dari Bupati Asahan melalui H. Rahmat Hidayat Siregar, S.Sos, M.Si mengatakan kepada PMI yang akan bekerja di luar negeri agar dapat melengkapi dokumen dan persyaratan yang melegalkan mereka untuk mencari nafkah di luar negeri. (Indra Sibarani)

No comments