Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Pemkab Madina dan Muspika Diduga Tutup Mata Terhadap Tambang Emas Ilegal Di Batang Natal

Madina | suaraburuhnasional.com - Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) diduga tutup mata mengenai tambang emas ilegal y...



Madina | suaraburuhnasional.com - Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) diduga tutup mata mengenai tambang emas ilegal yang berada di Kecamatan Batang Natal. Karena tambang emas ilegal sudah jelas merusak alam mulai dari tercemarnya sungai dan rusaknya alam akibat dari pada bebasnya alat berat seperti beko namun tidak ada perhatian dari pemerintah daerah, bahkan Muspika setempat pun diduga tutup mata.

Dalam hal ini, Muhammad Yakub Unit Reaksi Cepat (URC) Komnas Perlindungan Anak Kabupaten Mandailing Natal menyatakan kepada awak media online suaraburuhnasional.com pekan ini, pemain tambang emas ilegal yang berada di Kecamatan Batang Natal yang berlokasi di Desa Muara Parlampungan daerah lokasi Jambur Torop di lokasi tersebut lebih dari 30 unit alat berat yang diduga telah merusak sungai dan perbukitan, setiap harinya sungai tersebut tidak dapat lagi digunakan oleh masyarakat.

Namun yang menjadi pertanyaan mengapa alat berat/beko tersebut tidak ada yang mempunyai izin galian C, penegak hukum setempatpun diam padahal sudah jelas melanggar peraturan dan perundang undangan yang ada di Negara Republik Indonesia.

Pemkab Madina maupun dinas terkait mulai dari Dinas Lingkungan Hidup hingga Dinas Pertambangan pun tidak ada yang peduli mengenai aktivitas tambang emas ilegal yang sudah jelas merusak alam.



Padahal keseluruhan alat berat/beko yang beroperasi di Kecamatan Batang Natal sampai saat ini sudah mencapai lebih dari 150 unit alat berat dan tanggapan dari pihak manapun sampai saat ini belum ada.

Untuk itu diharapkan kepada pemerintah supaya tegas menindak lanjuti tambang emas ilegal tersebut, apalagi sampai saat ini minyak solar pun sangat sulit untuk didapatkan di SPBU Pertamina di Kab. Madina, karena diduga alat berat tersebut dalam satu unit memakai minyak 330 liter perhari dan langkanya minyak solar pun diduga diakibatkan oleh permainan tambang emas ilegal tersebut. (SL)

No comments