Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

BST JPS 56.418 KPM Mulai Disalurkan Pemkab Asahan

Asahan | suaraburuhnasional.com -  Corona Virus Disease 219 (Covid-19) sangat berdampak bagi aspek kesehatan dan juga stabilitas perekon...



Asahan | suaraburuhnasional.com -  Corona Virus Disease 219 (Covid-19) sangat berdampak bagi aspek kesehatan dan juga stabilitas perekonomian baik di tingkat pusat maupun daerah, termasuk Kabupaten Asahan. Untuk menyeimbangkan aspek kesehatan dan perekonomian tersebut Pemerintah telah salurkan bantuan kepada masyarakat, baik bantuan yang bersumber dari Pemerintah Pusat, maupun dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Dalam rangka penanganan dampak Covid-19 di Kabupaten Asahan serta guna optimalisasi dan kelancaran penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) Jaring Pengaman Sosial (JPS), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan juga telah mulai menyalurkan BST JPS kepada 56.418 keluarga penerima manfaat (KPM) yang bersumber dari APBD Kabupaten Asahan, Rabu, (12/8/2020).

Hal tersebut juga terlaksana setelah ditetapkannya Peraturan Bupati Asahan Nomor 19 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Sosial Tunai Jaring Pengaman Sosial dalam rangka penanganan dampak Covid-19 di Kabupaten Asahan Tahun 2020," ungkap Kadis Kominfo Kabupaten Asahan H. Rahmat Hidayat Siregar, S.Sos, M.Si dalam keterangan resminya.

Hari ini Pemkab Asahan telah mulai salurkan bantuan sosial tunai (BST) Jaring Pengaman Sosial (JPS) kepada KPM terdampak Covid-19. Disebutkannya, total bantuan yang diberikan kepada masyarakat terdampak Covid-19 di 25 kecamatan se-Kabupaten Asahan sebesar Rp. 33.850.800.000. Dari total tersebut, per keluarga penerima manfaat akan menerima bantuan perbulan sebesar Rp. 200.000 selama tiga bulan, namun dalam proses penyaluran nantinya bantuan akan diserahkan langsung seluruhnya yakni sebesar Rp. 600.000.

Adapun kriteria penerima BST JPS, menurut beliau, sesuai dengan Peraturan Bupati Asahan Nomor 19 Tahun 2020 tersebut adalah keluarga miskin, tidak mampu dan rentan yang dianggap layak, baik berasal dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) maupun non DTKS berdasarkan musyawarah desa/kelurahan dengan ketentuan belum pernah menerima bantuan berupa Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Program Sembako dari Kemensos RI, Bantuan Sosial Tunai (BST) dampak Covid-19 yang bersumber dari Kemensos RI dan Bantuan Langsung Tunai dampak Covid-19 yang bersumber dari Dana Desa/Kelurahan se-Kabupaten Asahan," ungkap H. Rahmat Hidayat Siregar, S.Sos, M.Si.

Mengenai mekanisme penyaluran BST JPS Kabupaten Asahan juga telah diatur dalam Peraturan Bupati Asahan Nomor 19 Tahun 2020 tersebut. Untuk proses penyaluran, nantinya Dinas Sosial akan menyalurkan BST JPS secara cash kepada Camat melalui bank penyalur sesuai dengan kuota per kecamatan. Oleh Camat nantinya bantuan tersebut akan diserahterimakan kepada desa/kelurahan juga secara cash untuk disalurkan kepada KPM," papar H. Rahmat Hidayat Siregar, S.Sos, M.Si

Tentang kuota KPM per Kecamatan, H. Rahmat Hidayat Siregar, S.Sos, M.Si menuturkan total kuota KPM yang ditetapkan merupakan rekapitulasi hasil usulan KPM dari pihak desa/kelurahan yang telah divalidasi oleh pihak kecamatan dan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Dirinya juga menerangkan untuk proses penyaluran BST JPS kepada pihak kecamatan nantinya, Dinas Sosial dan Bank Penyalur akan didampingi oleh Tim Kabupaten yang telah ditetapkan dengan Surat Perintah Tugas Bupati Asahan Nomor 800/2429 tanggal 10 Agustus 2020.

Untuk proses penyaluran BST JPS kepada seluruh kecamatan akan dilaksanakan mulai dari hari ini Rabu (12/8/2020) hingga Jumat (28/8/2020). Dirinya juga sampaikan harapan Bupati Asahan H. Surya B.Sc kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) agar benar-benar memanfaatkan bantuan yang diterima dengan sebaik-baiknya untuk mengurangi beban hidup akibat dampak Covid-19.

Bupati Asahan juga berpesan agar petugas yang berwenang dalam penyaluran BST JPS dapat menyalurkan bantuan tersebut dengan cepat, tepat, aman dan meminimalisir kendala yang mungkin terjadi," akhir penyampaian H. Rahmat Hidayat Siregar, S.Sos, M.Si. (Indra Sibarani)

No comments