Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Di Saat Penghasilan Masyarakat Menurun Akibat Covid, Ratusan Kades Malah Ikut Bimtek Miliran Rupiah

Serdang Bedagai | suaraburuhnasional.com – Masyarakat yang terdampak akibat pandemi Covid 19 sangat berharap bantuan dari pemerintah. Na...



Serdang Bedagai | suaraburuhnasional.com – Masyarakat yang terdampak akibat pandemi Covid 19 sangat berharap bantuan dari pemerintah. Namun sungguh disayangkan nasib masyarakat miskin maupun yang terdampak khususnya di kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) tidak semua mendapatkan bantuan tersebut.

Banyak masyarakat berharap mendapatkan bantuan dan terus menananti, tapi bantuan tersebut tak kunjung datang baik itu dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten. Akan tetapi sangat disayangkan, saat masyarakat berharap bantuan, malah ada lembaga melakukan kegiatan Bimtek di saat wabah Covid di Sergai terus meningkat.

“Sumut Bersinar” (Sumut Bersih Narkoba) yang diselenggarakan oleh LEMPAMAP (Lembaga Pengembangan Manejemen Pembangunan) yang pesertanya Kepala Desa se Kabupaten Sergai sebanyak 243 Kepala Desa di Hotel Niagara Prapat selama 2 hari terhitung Selasa-Rabu (18-19/8/2020) dengan menghabiskan dana miliyaran rupiah.

Padahal dana tersebut sangat baik dan tepat dipergunakan untuk membantu ratusan warga yang terdampak Covid-19, yang hingga kini masih banyak belum menerima bantuan. Tidak sedikit warga Sergai yang terdampak Covid-19 merasa sedih bahkan sulit untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Dana miliyaran rupiah tersebut diperoleh dari seluruh kepala desa dengan besaranya Rp.5 juta rupiah.

Salah satu Kades desa Pekan Tanjung Beringin Ir. Indra Syahputra yang ikut acara tersebut ketika dihubungi via telepon selulernya, Kamis (20/8/2020) terkait pengutipan uang sebesar Rp.5 juta rupiah membenarkan, dan saat ditanya untuk apa dana itu dipergunakan ia juga tidak tahu. Bimtek itu diselenggarakan selama 2 hari, namun belum selesai sudah banyak juga para kepala yang pulang.

Sementara Sekretaris Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Sergai Munajat yang juga Kepala Desa Sei Rampah mengatakan, dana yang dikutip setiap Kepala desa memang Rp.5 juta dan diserahkan kepada panitia dari LEMPAMAP. Miliyaran rupiah dana yang terkumpul sama sekali ia tidak tahu digunakan untuk apa saja. Kegiatan Bimtek dan silaturahmi itu diselenggarakan selama 2 hari yang diperkirakan dihadiri seluruh kepala desa dan perangkat desa se Kabupaten Sergai.

Terkait hal tersebut, Joko salah satu warga Dusun VI Desa Firdaus mengutarakan bahwa selama Pandemi Covid-19, ia tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat, provinsi dan Pemkab Sergai. Entah kemana bantuan yang diberikan. Ia sangat sedih. Ada kesan bantuan yang diberikan pilih kasih.



Nada kecewa juga diungkapkan oleh Mansyur salah satu warga Dusun VIII Desa Firdaus, banyak bantuan yang mengalir untuk masyarakat dari pemerintah, namun banyak juga warga yang mampu menerimanya. Saya yang mengalami terdampak Covid-19 malah tidak menerima. Setiap hari kerja tidak menentu. Pendapatan mengalami penurunan secara dratis sejak Covid-19. Ujarnya dengan nada kecewa terhadap pemerintah.

“Muak menunggu bantuan dari pemerintah pusat, provinsi dan Pemkab Sergai, orang tertentu saja yang menerima bantuan Covid-19, sementara ia yang sempat tidak bekerja selama 15 hari akibat Covid-19 malah hingga kini tidak memperoleh bantuan tersebut,"ungkap Mansyur

"Nah, untuk kegiatan Bimtek Sumut Bersinar yang dikarenakan penyelenggara pihak yang berwenang miliyaran rupiah uang bisa dikumpulkan dalam waktu singkat. Namun untuk masyarakat yang tidak menerima bantuan ada saja alasan pemerintah, dengan seribu alasan."ucap Hendra salah satu warga Dusun XV Desa Firdaus kepada awak media. (Her)

No comments