Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Tongkonan Menyejukkan Panasnya Suhu Politik Merauke

Merauke | suaraburuhnasional.com - Berlokasi di Jalan Onggatmid Ikatan Keluarga Toraja Merauke melaksanakan peletakan batu pertama yang ...



Merauke | suaraburuhnasional.com - Berlokasi di Jalan Onggatmid Ikatan Keluarga Toraja Merauke melaksanakan peletakan batu pertama yang nantinya akan digunakan sebagai rumah bersama atau aula ketika melaksanakan kegiatan kegiatan di lingkup IkT maupun di luar IKT. Aula Tongkonan ini sendiri dirancang dengan kapasitas 1000 orang dan direncanakan menelan biaya sekitar 6.miliar rupiah. Sabtu (15/8/2020).

Ketua Umum IKT Merauke Yansen Banni dalam sambutannya mengatakan, bahwa pembangunan tongkonan ini sebagai bentuk jati diri warga Toraja di rantau dalam rangka melestarikan tradisi dan adat istiadat di tanah rantau, sehingga setiap ada masalah dengan warga Toraja agar dapat di bicarakan secara kekeluargaan di dalam Tongkonan.

Bicara soal Tongkonan menurut sejarah Toraja, Tongkonan pertama adalah Tongkonan yang didirikan oleh Ma'dika Tangdilino di Marinding, yang diberi nama Tongkonan Puan Marinding. Bangunan Tongkonan sebagai rumah adat dan identitas Suku Toraja, mempunyai arti sangat mendalam dan dapat diibaratkan sebagai ibu yang mengayomi anak-anaknya, karena apapun kegiatan adat maupun acara yang akan dilakukan oleh masyarakat Toraja, baik kehidupan sosial kemasyarakatan dan lain lain semuanya dibicarakan secara kekeluargaan dibawah naungan Tongkonan, sehingga diharapkan dengan berdirinya bangunan Tongkonan ini. Berangkat dari sebuah kerinduan besar dan semangat merangkai kebersamaan antar Warga Ikatan Keluarga Toraja di Kabupaten Merauke.

Lanjut Yansen Banni,"perlu diketahui bahwa pembangunan Tongkonan sebagai bagian dari eksistensi warga IKT Merauke dan upaya memelihara adat istiadat di tanah rantau, didesain sesuai Tongkonan di Toraja yang selalu menghadap Utara ke arah Ulunna Lino atau kepala dunia, yang menurut pandangan kosmologi Toraja tata hadap Tongkonan tersebut merupakan ungkapan simbolik penghormatan dan memuliakan Puang Matua atau Tuhan sang pencipta jagad raya yang dipercaya bersemayam di bagian Utara, sehingga selalu mendapat berkat dari Puang Matua sejalan dengan tradisi yang diturunkan oleh generasi ke generasi,"ungkap Yansen Banni

Yansen Banni juga menekankan bahwa pelaksanaan peletakan batu pertama ini telah di mulai maka dirinya meminta agar masyarakat IKT dapat terlibat dalam pembangunan tongkonan ini. "Saat ini tahapan awal  pembangunan Tongkonan yang akan menjadi simbol kebanggaan dan pemersatu Warga IKT telah kita lakukan, kedepannya masih membutuhkan  kebersamaan dan  dukungan dana tenaga juga pikiran dari seluruh Warga IKT  termasuk pihak – pihak lain yang mempunyai keperdulian. Untuk itu pihak panitia senantiasa mengharapkan bantuan baik berupa dana maupun bahan bangunan. Untuk itu sekali lagi saya menghimbau kepada warga IKT agar dapat terlibat sesuai dengan kemampuan masing masing, lewat pengumpulan bantuan yang nantinya akan dilakukan panitia pembangunan Tongkonan,"pungkasnya.





Dalam prosesi peletakkan batu pertama ini ada yang unik dimana 4 balon Bupati Merauke yang akan bertarung pada perebutan kursi bupati 2020 nampak hadir, suasana santai dari wajah wajah balon Bupati yang hadir nampak santai larut dalam suka cita penuh keakraban dan kekeluargaan, ke 4 balon Bupati ini yaitu Frederikus Gebze Bupati Merauke, Romanus Mbaraka, Hendrikus Mahuze dan Heribertus Silubun.

Diharapkan dengan kehadiran 4 balon yang duduk bersama dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan akan membawa nuasana sejuk jelang Pilkada Merauke yang akan di laksanakan pada 9 Desember 2020 mendatang. (M Yasir/Gilang)

No comments