Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Pihak Keluarga Yang Alami ODGJ Hidup Di Garis Kemiskinan Mohon Bantuan Pemkab Asahan

Asahan | suaraburuhnasional.com - Program "Indonesia Bebas Pasung " Tahun 2010 dari Kementerian Kesehatan dan " Stop Pema...



Asahan | suaraburuhnasional.com - Program "Indonesia Bebas Pasung " Tahun 2010 dari Kementerian Kesehatan dan " Stop Pemasungan" Tahun 2016 oleh Kementerian Sosial diduga belum terealisasi sepenuhnya. Seperti yang dialami oleh seorang warga yang bernama Juliadi (46) berjenis kelamin laki-laki warga Jalan Merak Gang Plo Lingkungan VII, Kelurahan Lestari, Kecamatan Kota Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, anak dari hasil perkawinan Supandi (70) dan Almarhumah Misnah.

Supandi (70) merupakan Kepala Keluarga yang mempunyai 4 orang anak dan juga pensiunan dari PT. Kereta Api Indonesia (KAI), adalah warga Jalan Merak Gang Plo Lingkungan VII, Kelurahan Lestari, Kecamatan Kota Kisaran Timur, Kabupaten Asahan. Anak sulung Supandi (70) yang bernama Juliadi (46) berjenis kelamin laki-laki merupakan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ).

Saat dikonfirmasi awak media, Selasa (04/08/2020), di Jalan Merak Gang Plo Lingkungan VII, Kelurahan Lestari, Kecamatan Kota Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, Supandi mengatakan bahwa anak sulung (Juliadi (46)) nya tersebut mengalami Gangguan Jiwa saat mempelajari sifat 20 sejak duduk di Bangku Sekolah Menengah Pertama SMP/Sederajat.

Supandi (70) juga menjelaskan bahwa Gangguan Jiwa yang dialami oleh Juliadi (46) sudah puluhan tahun, dan Supandi (70) juga menerangkan bahwa Juliadi (46) sudah pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa di Medan pada Tahun 1995.

Segala cara untuk perobatan menyembuhkan Juliadi (46) sudah dilakukan oleh Supandi (70), tetapi keadaan Juliadi (46) tidak membaik. Malah keadaan Jiwa Juliadi (46) semakin memburuk dan juga hampir melukai warga sekitar.



Dikarenakan gangguan jiwa Juliadi (46) semakin membahayakan warga dan dirinya, terpaksa Supandi (70) memasung anaknya didalam rumah. Supandi (70) sudah berungkali melaporkan hal tersebut kepihak Kelurahan Lestari, dan pihak Kelurahan Lestari sudah melaporkannya ke Pemerintah Kecamatan Kota Kisaran Timur, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan, serta Dinas Sosial Kabupaten Asahan.

Supandi (70) berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan berserta jajarannya dapat membantu pengobatan untuk penyembuhan dan Kesehatan Juliadi (46), sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 54 Tahun 2017 Tentang Penanggulangan Pemasungan Pada Orang Dengan Gangguan Jiwa diundangkan dalam Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 14 pada tanggal 5 Januari 2018 oleh Dirjen Peraturan Perundang-Undangan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. (Indra Sibarani)

No comments