Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Bawa Narkotika 7 Kg, Bandar Narkoba Ditembak Mati

Medan | suaraburuhnasional.com - Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan berhasil menggagalkan peredaran 7 Kg narkotika jenis sabu-sabu yan...




Medan | suaraburuhnasional.com - Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan berhasil menggagalkan peredaran 7 Kg narkotika jenis sabu-sabu yang dilakukan tiga bandar sindikat internasional. Seorang tersangka terpaksa ditembak mati karena melakukan perlawanan menggunakan senjata api rakitan.

Kombes Pol Riko Sunarko didampingi Kasat Reserse Narkoba, AKBP Ronny Nicholas Sidabutar, Jumat (25/9) menjelaskan, tersangka yang terpaksa ditembak mati yakni, S (41), warga Kuala Simpang, Aceh Tamiang. Sedangkan dua bandar lainnya, yakni A (46) dan IH alias Ayong I (50), keduanya warga Jalan Jambi, Kelurahan Rambung Barat, Kecamatan Binjai Selatan.

Pengungkapan itu bermula pada 20 September 2020, Satres Narkoba mendapat informasi adanua pengedar sabu di Jalan Bhayangkara, Kelurahan Indra Kasih, Kecamatan Tembung. Petugas berhasil meringkus dua tersangka, A dan IH. "Dari keduanya tim menyita barang bukti 2 Kg sabu," katanya.

Hasil pengembangan dari dua tersangka, petugas mengantongi identitas bandar lainnya. Pada 23 September 2020 petugas mengetahui keberadaan salah seorang bandar di kawasan Jalan Glugur Rimbun, Diski, Kelurahan Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal.

Tim kemudian bergerak ke lokasi dan berhasil mengamankan tersangka, S dengan barang bukti 5 Kg sabu. Namun, saat hendak diboyong ke Mapolrestabes Medan, S melakukan perlawanan dan mencoba melukai petugas dengan senpi rakitan. Karena itu, petugas menembak tersangka S dan langsung memboyongnya ke RS Bhayangkara Poldasu.

Namun, nyawa tersangka tak tertolong dan dinyatakan tewas. Kepada penyidik, tersangka menyebut sabu itu didapatkan dari seorang bandar, N yang berada di Malaysia yang masuk daftar pencarian orang (DPO).

Para tersangka membeli sabu itu seharga Rp 300 juta per 1 Kg dan dijual kembali Rp 350 juta per kilonya. "Kami beli 1 Kg seharga Rp 300 juta. Dijual kembali Rp 350 juta perkilonya. Hanya dalam sebulan 1 kilogram sabu ludes terjual," aku tersangka.

Karena perbuatannya, para tersangka diganjar dengan Pasal 114 Ayat 2 Subs 112 Ayat 2 Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara atau hukuman mati. (red)

No comments