Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Beredarnya Video Diduga Transaksi Mahar Politik, Begini Tanggapan Bawaslu Merauke

Merauke ǀ suaraburuhnasional.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Merauke menanggapi beredarnya video yang diduga terjadi tra...



Merauke ǀ suaraburuhnasional.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Merauke menanggapi beredarnya video yang diduga terjadi transaksi pemberian mahar politik oleh salah satu Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) kepada partai politik.

Video yang dipublikasikan pada tanggal 8 September 2020 tersebut, menampilkan sejumlah orang sedang berbicara sembari menyusun uang tunai. Selain itu, caption dalam video terebut secara jelas menyebutkan nama tempat, waktu, partai dan nama Bapaslon.

Terkait hal ini, komisioner Bawaslu Kabupaten Merauke, Yeuw M. Felix Tethool mengatakan pihaknya tengah mendalami video yang telah beredar tersebut. "Kita baru mendapatkan videonya kemarin sehingga perlu kami dalami dahulu," kata komisioner Bawaslu Divisi Penyelesaian Sengketa itu kepada wartawan, Kamis (10/9/2020).

Menurutnya, video tersebut belum jelas menampilkan tempat, atribut partai maupun anggota partai secara jelas. Sehingga, pihaknya bersama kepolisian perlu melakukan pengecekan kebenaran video tersebut.

"Sepintas kalau kita lihat, video ini tidak menunjukan apapun. Kalau kita berbicara tempat tidak ada tanda, memang di captionnya jelas ditulis hitel Aston tapi bukan soal itu kita butuh buktinya. Bahkan yang ditulis partai PKS kami tidak melihat lambangnya atau orangnya, sehingga kami perlu telusuri dahulu," jelasnya. 

Kata dia, bisa jadi video tersebut merupakan bagian dari permainan politik, karena diketahui saat ini merupakan momen Pilkada Merauke 2020 sehingga pihaknya tidak mau gegabah mengambil keputusan.

Meskipun demikian kata dia, dalam peraturan pemberian mahar politik tidak dibolehkan dan sanksinya bisa dibatalkan sebagai peserta kandidat Pilkada. Lebih lanjut kata Yeuw, pihaknya belum sempat mengkonfirmasi ke pihak Bapaslon mengingat masih ada proses pemeriksaan kesehatan di Jayapura. (Nasrun Labata/Hidayat Baadilla)

No comments