Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Keluarga Armen Marpaung Minta Kapoldasu Usut Kematian Abdul Rahman Marpaung

Aek Kanopan, Labura | suaraburuhnasional.com - Keluarga besar Armen Marpaung orang tua kandung Alm Abdul Rahman Marpaung (29) yang sama - sa...




Aek Kanopan, Labura | suaraburuhnasional.com - Keluarga besar Armen Marpaung orang tua kandung Alm Abdul Rahman Marpaung (29) yang sama - sama warga Dusun 2 Desa Gunting saga Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labuhanbatu Utara ketika ditemui sejumlah awak media di rumah duka, Sabtu (26/9/2020) mempertanyakan atas meninggalnya anak kandungnya yang ditangkap polisi di wilayah hukum Polres Siborong Borong.

Adapun kronologis yang dihimpun di lapangan menyebutkan, ketika unit Reserse Kriminal (Reskrim) mengetahui ada pungutan liar (pungli) di Jalinsun Membang Muda Kecamatan Kualuh Hulu Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) unit Reskrim Polsek Kualuh Hulu Bripka Rajinsyah bersama Aipda T.A Sinaga, Rabu (23/9/2020) menduga Alm Abd Rahman Marpaung dan Awi mengadakan pungli jalanan yang meminta sejumlah uang pada truk yang melintas.

Melihat hal tersebut ke dua personil unit Reskrim Polsek Kualuh Hulu hendak mengamankan kedua pelaku sehingga terjadi pergumulan sekira pukul 23.00 Wib antara kedua pelaku dan personil Reskrim Polsek Kualuh Hulu, senjata (pistol) milik Aipda TA Sinaga dirampas sehingga terjadi pemembakan terhadap Brika Rajinsyah Siregar yang mengenai bagian perut dekat ulu hati.

Armen Marpaung bercerita sambil menangis terisak-isak pada media di kediamannya mengatakan, semalam Jumat (25/9/2020) sekira pukul 15.00 Wib aku masih cerita sama anakku yang mati ini, baru di bilang polisi itulah sama aku sehat yo bapak kujawab sehat pak katoku manjawab, melalui Video Call kulihatnyo anakku sehat baya dan menceritakan dimano di simpannyo pistol tu supaya diambil Polisi,”ujar beliau menirukan ucapannya dengan bahasa Kualuh.

Lanjutnya kata polisi anakku sudah ditangkap di Siborong Borong dalam keadaan sehat kulihat, masih kusimpan lagi videonya kata kakak kandung Alm Abd Rahman Marpaung dan memperlihatkan video call tersebut kepada awak media, tiba - tiba tadi pagi datang 6 atau 7 orang itu anggota Polsek Kualuh Hulu mengatakan anakku sudah mati, dan tidak menberikan alasan kematiannya, kalau salah ditindak kami tidak terima kematian anak saya, kerena polisi tidak memberi alasan yang tepat pada kami keluarga.

Video call percakapan anak saya sama Polisi sudah beredar di face book mulai semalam tetapi kami lihat tadi pagi postingan Video Call itu sudah tidak bisa dibuka, masih kami simpan Video Call aslinya,”ujar kakak Alm Abd Rahman.

Melalui media cetak, elektronik dan media online, kami memohon dan berharap kepada Kapolda Sumatera Utara Inspektur Jenderal (Irjen) Pol Martuani Sormin untuk menegakkan hukum dan keadilan yang seadil adilnya kenapa bisa anak saya dimatikan, sementara kejahatan anak saya sebatas minta minta uang Rp5.000, sedangkan bandar narkoba berkeliaran dimana mana kenapa itu dibebaskan di wilayah hukum Polsek Kualuh Hulu, kenapa anak saya tidak dipenjarakan supaya dituntut di pengadilan dihukum seumur hidup pun kami tidak keberatan,”ujar ayah Alm.

Pistol milik Aipda TA Sinaga telah ditemukan di belakang rumah kakak Alm di Dusun 1 Desa Sidua - Dua Kecamatan Kualuh Selatan, Kab. Labura pada saat menunjukkan TKP itulah terjadi Video Call. Kedatangan mayat Alm Abd Rahman ke Dusun 2 Desa Gunting Saga Kecamatan Kualuh Selatan, Kab. Labura membuat kemarahan massa, karena pihak kepolisian tidak dapat menjelaskan atau memberikan alasan kematian anak saya,”ujar Arnen Marpaung.

Tidak terima  kejadian tersebut warga Gunting Saga melakukan pemblokiran Jalan Lintas Utama Sumatera Utara (jalinsum) yang berdekatan dengan Rel Kereta Api, berharap kedatangan Polres Labuhanbatu untuk menegakkan keadilan yang seadil adilnya dan menindaklanjutkan pada Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Martuani Sormin.







Kehadiran Bupati Labura H Kharuddin Syah SE merubah suasana dari yang panas jadi adem, Bupati meminta pada warga supaya membuka pemblokiran jalinsum, dan Bupati menganjurkan agar jenazah Abd Rahman dibawa ke rumah sakit di Siantar untuk otopsi supaya mengetahui penyebab kematian Almarhum dan Bupati Labura siap untuk mengawalnya guna menegakkan hukum dan keadilan yang seadil adilnya, Bupati menanggung segala biaya yang diperlukan, hal ini disampaikan beliau di halaman rumah duka, Sabtu (26/9/2020) usai disampaikan beliau bersama masyarakat membuka pemblokiran jalinsum dan memadamkan api.

Sementara jenazah alm abd Rahman masih tetap di dalam ambulance tidak dimasukkan dalam rumuh duka kerena kematiannya alm tidak jelas tidak ada keterangan sama sekali pihak keluarga tidak terima atas jejadian tersebut, syukurlah datang Bupati Labura yang akrap dengan sebutan Haji Buyung bersedia membawa jenazah ke Siantar guna otopsi untuk mengetahui penyebab meninggalnya alm.

Diperkirakan macet total terjadi dari pukul 11.00 Wib hingga pukul 15.00 Wib, dan puluhan kilometer. Hingga berita ini diturunkan Kapolsek Kualuh Hulu AKP Sahrial Sirait tidak dapat dihubungi baik melalui telp dan WA. (P.Lbs)

No comments