Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Masyarakat Paluta Datangi Medan Demi Menuntut Janji Edy Rahmayadi

Medan | suaraburuhnasional.com - Puluhan masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Selamatkan Jalan Provinsi Sumatera Utara (GSJPSU) mengelar ...




Medan | suaraburuhnasional.com - Puluhan masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Selamatkan Jalan Provinsi Sumatera Utara (GSJPSU) mengelar aksi damai di depan kantor DPRD Sumatera Utara, Jalan Imam Bonjol Medan, Senin (21/09/2020). 

Dengan menenteng spanduk, mereka menuntut pemerintah agar memperhatikan kondisi jalan pada beberapa titik di Kecamatan Dolok, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), antara lain ruas jalan lintas Desa Dalihan Natolu-Desa Pasar Spiongot dan jalan lintas Desa Janji Matogu-Desa Sibio-bio sebagaimana pemerintahan pernah berjanji. 

“Kami minta pemerintah memenuhi tuntutan kami, karena itu adalah jalan lintas provinsi yang sangat vital bagi kami,” kata salah seorang Kordinator Aksi, Rahmat Saleh Rambe saat ditanya wartawan. 

Hal senada juga disampaikan oleh seorang mahasiswa yang tergabung dalam aksi, Samsu Budiman Tanjung. Baginya, wilayah Dolok sangat baik potensi sumber daya alamnya, namun hal tersebut tidak dimaksimalkan. Jalan rusak memberi dampak buruk terhadap perekonomian mereka yakni mulai dari tingginya harga hingga besarnya ongkos pengangkutan. 

Oleh karena itu ia menuntut dewan agar mengalokasikan dana pada perbaikan jalan di Paluta. “75 tahun Indonesia merdeka tapi jalan di rumah kami berlumpur,” sambung Budiman sebelum meninggalkan wartawan demi mempertegas aksi. 

Aksi kemudian dilanjutkan di Kantor Gubernur Sumatera Utara di Jalan Diponegoro Medan. Sesampai di sana, massa langsung berorasi di depan kantor Edy Rahmayadi. Mereka menunjukkan kekecewaannya kepada pemerintahan lantaran ingkar janji. 

Sebelumnya, tuntutan mengenai perbaikan jalan di Paluta ini pernah disuarakan pada Januari lalu, namun mereka menganggap pemerintah bergeming.  “Hanya janji palsu yang diberikan ke kami. Mana janjimu, wahai Gubernur?” sindir Budiman Tanjung, yang kini sedang menjadi orator aksi. 

Orator lain, Muhammad Leden Pane turut mengkritik pedas bagaimana pemerintahan Edy Rahmayadi berjalan. “Apakah layak ini disebut Sumut Bermartabat?” sindirnya dengan suara mantap. 

Setelah berlama-lama aksi disuarakan, perwakilan Pemprov mulai menampakkan diri. Mereka adalah Kabag Biro Otonomi Daerah Rasyid Ritonga, Kasubbag Biro Humas Salman, dan Kasi Bina Marga dan Konsturksi Agus Adhy. 

Mereka mengatakan bahwa tuntutan sudah didengar dan akan diteruskan ke pimpinan. “Sebagian tuntutan pun sedang dibahas di dewan dalam perumusan APBD perubahan 2020. Kami akan mengawalnya,” tutup Agus Adhy. (Rio)

No comments