Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Puluhan Hektare Padi Rebah Akibat Angin Kencang, Petani Terancam Merugi

Tanjung Beringin | suaraburuhnasional.com - Cuaca ekstrim yang terjadi sejak akhir- akhir ini berdampak kepada petani padi di Kecamatan Tanj...




Tanjung Beringin | suaraburuhnasional.com - Cuaca ekstrim yang terjadi sejak akhir- akhir ini berdampak kepada petani padi di Kecamatan Tanjung Beringin tepatnya di Desa Pematang Cermai, Pematang Terang, dan desa Tebing Tinggi. Akibat hujan yang disertai angin kencang puluhan hektare padi siap panen rebah.Petani pun terancam merugi karena harga jual gabah akan semakin murah dan hasil panen menurun.

Seperti yang kini dialami oleh para petani yang ada di Desa Pematang Cermai. Kondisi tanam padi di areal persawahan desa Pematang Cermai yang rata-rata dalam hitungan beberapa minggu saja, padi siap panen justru rata dengan tanah. Tanaman padi yang rebah tersebut setelah diguyur hujan lebat disertai angin kencang, dini hari Rabu (9/9/2020) sekitar pukul: 03.45 Wib tampak tanaman padi merata rebah sepanjangan sawah di dusun tersebut.

Parjok (61) salah satu petani yang sawahnya berada di Dusun I menyebutkan lebih dari tiga dari luas sawahnya 11 rante, padi jenis Chierang yang sekitar 7 hari lagi siap panen rebah dan terendam air. Akibat kondisi ini,tentu hasil panen tahun ini jelas berkurang,dan harga pun bakal menurun karna gabah kondisinya basah terendam air,”ungkapnya, Kamis (10/9/2020) pukul 10.05 Wib.




Sebelumnya harga gabah Rp.4.600 perkilogram, sekarang bisa harga gabah berkurang akibat terendam antara Rp.200,- sampai 300,- akibat gabah terendam yang seiring mengurangi kualitas butiran padinya.

Selanjutnya keluhan yang sama H Hermansyah (68) petani yang sawahnya di Dusun II mengatakan sekitar 12 rante tanaman padinya rebah dan sudah dua hari tanaman padinya terendam air. Untuk menegakkan padi yang rebah terpaksa mempekerjakan orang lain dengan cara mengikatnya tanaman padi tersebut dalam satu kelompok.Upah pekerjaan ini berkisar Rp.80 ribu sampai 90 ribu per orang. Terpaksa petani merogoh dalam dalam untuk biaya perawatan tanaman padinya. (Her)

No comments