Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Ratusan Warga Medan Utara Mencak-Mencak di Depan Kantor Wali Kota

Medan | suaraburuhnasional.com - Ratusan warga dengan membawa berbagai spanduk mengeruduk Kantor Wali Kota Medan di Jalan Kapten Maulana Lub...




Medan | suaraburuhnasional.com - Ratusan warga dengan membawa berbagai spanduk mengeruduk Kantor Wali Kota Medan di Jalan Kapten Maulana Lubis, Selasa (22/09/2020). Mereka tergabung dalam Aliansi Masyarakat Medan Utara yang sejatinya tak pernah seirama terhadap gelagat Pemko Medan mengenai status Medan Utara yang semakin hari menjadi lapak industrialis, alih-alih permukiman penduduk yang tenteram tanpa gangguan dari kegiatan industri.  

“Tolak segala kajian! Cabut segala izin, termasuk SK Wali Kota. Kembalikan zona industri di Kelurahan Titi Papan dan Kelurahan Tangkahan serta Kelurahan Besar menjadi kawasan permukiman penduduk atau ruang terbuka hijau, demi terjaganya lingkungan yang baik dan sehat,” teriak salah satu orator, Ilyas. 

Sementara praktik industrialis terus berlangsung di Medan Utara, jalan akses di sekitar kawasan menjadi luput dari perhatian. Abu beterbangan, polusi meningkat, bahkan dinding-dinding rumah warga bergetar kala kendaraan industri tak pernah jeda melintas di sekitar. Hal itu membuat warga tak nyaman dan akhirnya resah tak terkirakan. 

Tuntutan lainnya yakni mendesak Plt. Wali Kota Medan Akhyar Nasution agar serius memperhatikan kawasan Medan Utara yang sering terkena banjir, bahkan menjadi bencana musiman di daerah Medan Labuhan. “Banjir di Medan Utara harus menjadi prioritas pemerintah,” sambung Ilyas. 

Aksi sempat memanas kala terik matahari tepat di atas kepala dan mereka merasa diabaikan. Pemblokiran jalan di depan kantor pun berlangsung cukup lama lantaran mereka menganggap pejabat pemko terkesan cuek dan seperti menantang.

“Kami menjumpai pejabat seperti menjumpai hantu!, dicari menghilang, tak dicari mereka datang,” sindir salah seorang orator di atas tembok pagar kantor wali kota, yang tak sempat ditanyakan namanya. 

Namun, setelah lobi-lobi aparat dilakukan, warga rela mengendurkan tensinya. Anggota DPRD Medan dari Fraksi Partai Golkar Mulia Asri Rambe, yang kantornya berada di depan kantor pemko pun turut mendinginkan massa.

“Kami telah berbicara di dalam untuk mencari solusi terhadap apa yang saudara-saudara rasakan hari ini. Kami akan mengadakan pertemuan beserta pihak OPD terkait untuk menindaklanjuti keluhan maupun keinginan daripada masyarakat,” kata Rambe dengan tenang. 

Berselang beberapa menit, massa aksi merasa tak cukup ditenangkan anggota dewan. Massa lantas kembali mencak-mencak. Mereka ingin didengar Pemko, dan bila hari ini mereka tak dapat berbicara dengan perwakilan pemko maka mereka akan memblokir jalan lintas Martubung. 

Alhasil, perwakilan pejabat Pemko Medan Kabag Bina Pembangunan Suryono menjumpai massa. “Aspirasi bapak dan ibu-ibu sekalian akan saya sampaikan ke atasan. Dan saya bisa mengambil keputusan,” katanya. Hingga kini massa masih merembuk terkait langkah mereka selanjutnya, yakni membubarkan diri. (Rio)

No comments