Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Tidak Ada Koneksi Berjumpa Presiden, Aspirasi Tim Solidaritas Masyarakat Merauke Belum Tersampaikan Langsung

Merauke ǀ suaraburuhnasional.com - Delegasi Solidaritas Pemuda Mahasiswa dan Masyarakat Wilayah Marind Anim Ha bersama Tim yang dipercayakan...




Merauke ǀ suaraburuhnasional.com - Delegasi Solidaritas Pemuda Mahasiswa dan Masyarakat Wilayah Marind Anim Ha bersama Tim yang dipercayakan untuk bersama sama DPRD Kabupaten Merauke kembali dari Jakarta ke Merauke, Selasa (8/9/2020).

Tim tersebut diutus untuk menyampaikan langsung tuntutannya kepada Presiden Jokowi sebagai bagian dari memperjuangkan aspirasi Masyarakat Marind. Menurut ketua tim delegasi Solidaritas Pemuda, Mahasiswa dan Masyarakat Wilayah Marind Anim Ha, Martinus Mahuse, dalam pelaksanaanya oknum Anggota DPRD Kabupaten Merauke bertolak mendahului dan pulang juga lebih awal.

Lebih lanjut kata Martinus, pihaknya berusaha di Ibu Kota Negara (Jakarta) untuk dapat berjumpa dengan Presiden Jokowi, namun tidak membuahkan hasil dengan alasan tidak adanya koneksi untuk masuk ke Istana Negara untuk berjumpa Presiden Jokowi. 

Martinus menuturkan bahwa, walaupun tidak bertemu Presiden pihaknya sempat melakukan aksi Demo damai di depan Istana Negara pada, Jumat (4/9/ 2020) dengan salah satu tuntutan agar Pilkada di Provinsi Papua dapat ditunda sampai ada regulasi yang dapat mengatur Bupati, Wakil Bupati, Wali Kota dan Wakil Wali Kota harus orang asli Papua.






Demo damai ini juga berlanjut hingga Kementerian Dalam Negeri dengan tuntutan yang sama. "Kami hanya bersuara berdasarkan Undang Undang Otonomi Khusus Papua Nomor 21 Tahun 2001 karena selama ini bagi kami orang Marind tidak ada yang special karena jika Papua diberikan "kekhususan" kenapa aspirasi kami tidak dapat diperjuangkan? lalu fungsinya Otsus untuk apa?," katanya mempertanyakan.

Martinus Mahuse menegaskan bahwa walaupun perjalanan ini tidak membuahkan hasil yang maksimal, namun pihaknya akan tetap berjuang. "Selama ini kami orang Marind tidak pernah bersuara namun kini sudah saatnya kami harus menyuarakan hak-hak kami dari ujung timur Indonesia khususnya Merauke, Pilkada harus ditunda hingga ada regulasi yang jelas terkait tuntutan kami orang asli jika tidak konsekwensinya Pilkada Papua khusus di Kabupaten Merauke akan diboikot," tegasnya. (Hidayat Baadilla)

No comments