Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Tolak Omnibus Law Berkumandang di Depan Kantor DPRD dan Gubernur Sumut

Medan | suaraburuhnasional.com - Ratusan massa dari berbagai elemen buruh menggelar aksi di depan kantor pemerintahan daerah Sumatera Utara,...




Medan | suaraburuhnasional.com - Ratusan massa dari berbagai elemen buruh menggelar aksi di depan kantor pemerintahan daerah Sumatera Utara, Kamis (24/09/2020). Mereka menuntut agar pemerintah pusat membatalkan pembahasan RUU Cipta Kerja, terutama pada bagian/klaster Pekerja. “Kita hari ini menyampaikan statement, agar disampaikan ke Istana Negara dan DPR RI,” kata Halim Sembiring, sebagai salah satu koordinator aksi. 

Aksi ini juga mengikut sertakan para organisasi tani, karena bertepatan pada Hari Tani Nasional. Tuntutan para tani cukup berbeda namun selingkup, yakni menyoal penerapan hukum pokok agraria, seperti yang tertulis di beberapa spanduk. Mereka juga menyuarakan mengenai keberadaan PTPN II. Bagi mereka PTPN II harus dibubarkan karena menjadi penyebab hilangnya hak-hak dan lahan para petani

Setelah berlama-lama di kantor DPRD Sumut, mereka pindah ke Kantor Gubernur Sumut. Di sana mereka sempat melakukan pembakaran ban dan diselingi berbagai parodi. Hal itu untuk menyemarakkan aksi. Orator terus menyuarakan tuntutan, meski tak ditanggapi oleh pihak yang berkepentingan. 

Dalam orasi itu, keluhan baru disuarakan, yakni mengenai aksi penggusuran paksa yang kerap dilakukan pemerintah provinsi bersama TNI-Polri. “Kami meminta komitmen politik Gubernur untuk menghentikan penggusuran,” kata orator, terkait janji politik Edy Rahmayadi.

Akibat dari demonstrasi tersebut, kawasan Jalan Kapten Maulana Lubis, Jalan Zaiunul Arifin, Jalan Raden Salah, Jalan Kejaksaan, dan Jalan Pengadilan lumpuh total, sebelum akhirnya dapat direkayasa lalu-lintas oleh polisi. 

Pantauan awak wartawan melihat aksi tersebut kurang menggunakan protokol kesehatan, seperti berimpitan dan sebagian tidak memakai masker. (Rio)


No comments