Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

5 Anak Punk Ikut Dalam Demo Dari Aliansi Masyarakat Mahasiswa Labura Tolak Omnibus Law

Aek Kanopan, Labura | suaraburuhnasional.com - Ratusan orang pendemo menolak UU Cipta Kerja di Kabupaten Labuhanbatu Utara, Provinsi Sumater...




Aek Kanopan, Labura | suaraburuhnasional.com - Ratusan orang pendemo menolak UU Cipta Kerja di Kabupaten Labuhanbatu Utara, Provinsi Sumatera Utara berlangsung pada hari Jumat, (9/10/2020) di depan pintu gerbang pagar Kantor DPRD Labura Aek Kanopan.

Ratusan pendemo tersebut mengatas namakan Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Labura, yang menyanyikan DPR Goblok, DPR Goblok, DPR Goblok di depan pintu gerbang kantor DPRD Labuhanbatu Utara (Labura) untuk memancing perhatian orang yang melintas di Jalinsum Membang Muda, Kecamatan Kualuh Hulu, Kab. Labura.

Berselang beberapa menit kemudian setelah bernegosiasi dan sepakat mematuhi protokol kesehatan Covid – 19, Plt Ketua DPRD Kab. Labura Ir H Yusrial Supianto Pasaribu, SE memperbolehkan para pendemo memasuki halaman gedung kantor DPRD Labura.

Terungkap dari kata sambutan salah seorang personil Polres Labuhanbatu mengatakan, dalam demo mahasiswa ini ditemukan 5 orang anak punk dan mempertanyakan kepada mahasiswa, apakah anak punk tersebut mahasiswa?,”ujar Personil Polres Labuhanbatu, sehingga agak terjadi kericuhan suara dari para mahasiswa menyebutkan anak punk juga masyarakat Labura.

Personil dapat meredam kericuhan dengan mengatakan,"adik - adik mahasiswa kita sudah sepakat tadi didepan tidak akan ada gesekan antara personil dengan Mahasiswa sembari mengatakan silahkan sampaikan aspirasi adik-adik dan memberikan mikropone kepada Plt Ketua DPRD Kab. Labura Ir H Yusrial Supianto Pasaribu, SE.

Plt Ketua DPRD Kab.Labura Ir H Yusrial Supianto, SE mendengarkan aspirasi atau tuntutan dari para mahasiswa/massa pendemo yang berdiri di depan tangga kantor DPRD Kab. Labura mendengar tuntutan dari Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Labura.






Ada sebanyak 5 tuntutan yaitu, 1. Menolak UU Cipta Kerja, 2. Menuntut agar Presiden tidak menandatangani RUU Cipta Kerja, 3. Meminta DPRD menjadi perpanjangan tangan kepada DPR RI membatalkan RUU Cipta Kerja, 4. Meminta kepada Bupati untuk disampaikan kepada Presiden tidak mensyahkan RUU Cipta Kerja, dan 5. Meminta kepada Bupati untuk disampaikan kepada Presiden untuk menerbitkan Perpu agar menolak RUU Omnibus Law.

Para pendemo mendesak Ketua DPRD untuk membuat surat kepada DPR RI menolak RUU Omnibus Law, kemudian Ketua DPRD menerima beberapa perwakilan pendemo untuk memasuki gedung DPRD Labura.

Terlihat di depan tangga kantor gedung DPRD Labura  beberapa anggota DPRD yang turut menyambut dan menerima aspirasi/tuntutan para pendemo antara lain Ari Susilo Polopo Siregar, SP dari Partai Golkar dan Khoirul Anwar Panjaitan, SE dari Partai Golkar dan anggota DPRD lainnya. Demo tersebut berlansung dengan tertib aman dan terkendali yang dikawal ketat oleh puluhan personil Polres Labuhanbatu dan TNI. (P.Lbs)

No comments