Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Buruh Sumut Ikut Mogok Nasional 6-8 Oktober, Ketua FSPMI: 2 Ribu Orang Akan Turun ke Jalan

  Medan | suaraburuhnasional.com - Kaum buruh di Sumatera Utara akan mengikuti aksi mogok kerja bersama pada 6 hingga 8 Oktober mendatang. H...

 


Medan | suaraburuhnasional.com - Kaum buruh di Sumatera Utara akan mengikuti aksi mogok kerja bersama pada 6 hingga 8 Oktober mendatang. Hal ini menyangkut penolakan adanya pembahasan Rancangan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja atau RUU Cipta Kerja yang memang sudah memasuki tahap final. Selain mogok kerja juga akan dilakukan aksi unjukrasa di depan perusahaan, jalanan, lapangan hingga kantor Pemerintahan.

Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Sumatera Utara, Willy Agus Utomo menyebut dari serikat pekerja mereka akan ada 2 ribu massa yang akan turun ke jalan.
Selain dari Kabupaten Deliserdang dan Medan juga ikut dari Kabupaten Serdang Bedagai, Labuhan Batu hingga Padang Lawas. Aksi akan dilakukan mulai pagi hari.
"Tanggal 6 nanti yang pertama pagi hari kita lakukan penjemputan buruk ke perusahaan-perusahaan. Kalau yang dari Deliserdang dan Sergai titik kumpul di lapangan Garuda Tanjung Morawa sementara yang dari Medan di kawasan Mabar," kata Willy, Minggu (4/10/2020).

Disebut pihaknya akan membentangkan poster-poster di depan-depan perusahaan.
Kemudian juga akan dilakukan aksi keliling dengan berkonvoi. Masalah waktu ke lingkungan kantor Pemerintahan disebut waktunya situasional.

"Yang jelas ke kantor Bupati Deli Serdang dan Kantor Gubernur juga nanti kita minta agar Omnibus Law ini dibatalkan. Harus tetap mengacu pada Undang-Undang nomor 13 tahun 2003 karena Omnibus Law ini mengebiri hak-hak kaum buruh. Yang dikebiri itu mulai dari upah, pesangon dan lain-lain. Buruh kontrak itu akan dibuat seumur hidup," kata Willy.

Meski saat ini disadari dalam situasi pandemi Covid-19 namun Willy menyebut mereka tetap bersedia untuk habis-habisan menggagalkan pengesahan RUU ini. Ia pun berharap seluruh pekerja Sumut ikut serta dalam rangka mogok kerja nasional ini.

"Tanggal 6, 7 dan 8 mogok keluar dari pabrik. Mari duduk di depan pabrik bentangkan poster tolak omnibuslaw itu himbauannya. Ajak pimpinan serikat buruh mu kalau enggak mau bergerak lah sendiri. Lebih kejam Omnibus Law ini dari undang undang apapun," sebut Willy.

Ia berpendapat Omnibus Law adalah Undang-Undang paling zolim di zaman apapun. Selama zaman Belanda hingga orde lama dan orde baru kemudian sampai sekarang, dalam sejarah RUU ini yang paling zalim.

"Ini adalah kapitalis pengusaha pengusaha besar punya kepentingan besar yang punya niat jahat untuk agar upah buruh murah. Mereka berpikir bagaimana mengeluarkan modal sekecil-kecilnya dan untung sebesar-besarnya. Untuk partai pendukung kami menyerukan agar jangan salah pilih lagi karena mereka sudah bersekongkol," kata Willy. (red)

No comments