Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Demo Buruh Berlangsung Sengit, Suara Tembakan Dimana-Mana

Medan | suaraburuhnasional.com - Setelah disahkannya RUU Cipta Kerja menjadi Undang-Undang di DPR, Selasa (5/10/2020) petang, penolakan kera...




Medan | suaraburuhnasional.com - Setelah disahkannya RUU Cipta Kerja menjadi Undang-Undang di DPR, Selasa (5/10/2020) petang, penolakan keras makin menjadi-jadi. Tak hanya kalangan buruh, yang merasa dirugikan akan undang-undang tersebut, melainkan mahasiswa turut merasa tertekan akan kehadiran peraturan sapu jagat itu, mengingat angkatan kerja selanjutnya adalah mereka para mahasiswa.

Siang ini, Kamis, (8/10/2020) sekitar ribuan massa buruh dan mahasiswa berkumpul di depan Kantor DPRD Sumatera Utara, di Jalan Imam Bonjol, Medan demi menyuarakan keberatannya terhadap UU Cilaka/Ciptaker. Sebelumnya mereka terpantau bersiap-siap di sekitar air mancur Gedung SIB, Golden, sekitar Petisah.

Massa merasa UU Cilaka/Cipta Kerja yang baru disahkan itu sangat menguntungkan pihak pengusaha semata, sementara mereka para pekerja dan calon pekerja rentan ditindas. “Ini UU perbudakan, sangat kapitalis,” kata Amri, salah seorang peserta aksi. 

Berbagai teatrikal disuguhkan pendemo. Krenda mayat dipertontonkan hingga aksi bakar ban yang menyebabkan asap hitam membumbung tinggi. Suara-suara tuntutan terus dilontarkan, berharap suara mereka didengar oleh yang berwenang. 

Ketika waktu menginjak pukul 1 siang, terjadi peningkatan tensi antara aparat keamanan polisi dan para peserta aksi. Polisi, dengan seperangkat alat keamanan semacam tembakan gas air mata dan tembakan suar, menekan peserta aksi yang memaksa masuk ke Gedung DPRD Sumut. Para demonstran lari menghindar dari ketegangan dan siklus tersebut terus berulang hingga pukul 2 siang.



 

Sekitar ratusan aparat kepolisian berusaha menertibkan massa aksi yang mayoritas dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai kampus. Polisi mengatakan, para provokator yang melempari gedung akan terpantau di CCTV. “Jangan rusak fasilitas negara. Kita sama-sama keluarga, sampaikanlah aspirasi dengan tertib,” kata polisi dengan pengeras suara. 

Terlihat jelas bahwa Gedung DPRD Sumut mengalami kerusakan, antara lain kaca pecah di salah satu ruangan. Kantor DPRD Medan, bahkan Gedung Palladium Medan turut menjadi korban perusakan. Aparat polisi juga mengalami luka ringan setelah berjibaku mengadang demonstran. 

Demonstran kini memindahkan pusat perhatiannya ke Lapangan Merdeka Medan. Di sana mereka menyuarakan tuntutan yang sama, yakni meminta pemerintah agar membahas ulang UU Cilaka. (Rio)

No comments