Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Demonstrasi Berlanjut, Semua Mencoba Damai Tanpa Kekerasan

Medan | suaraburuhnasional.com - Pasca demonstrasi ricuh Kamis (8/10) kemarin, massa dari berbagai elemen masyarakat khususnya mahasiswa dan...




Medan | suaraburuhnasional.com - Pasca demonstrasi ricuh Kamis (8/10) kemarin, massa dari berbagai elemen masyarakat khususnya mahasiswa dan buruh di Medan kembali melakukan unjuk rasa menentang pengesahan Undang-Undang Cipta Lapangan Kerja. Namun, massa kali ini beritikad menuangkan aspirasinya dengan tanpa tindakan kekerasan. 

Niat itu diperlihatkan dengan masing-masing dari peserta aksi yang membawakan bunga kepada aparat kepolisian. “Bunga ini untuk polisi, supaya kami damai,” kata Muhammad Dean kepada wartawan, Jumat (9/10/2020). 

Aksi dimulai pukul tiga sampai pukul lima sore. Mereka konvoi menyuarakan tuntutan di beberapa titik, antara lain Kantor DPRD Sumatera Utara kemudian di Kantor Gubernur Sumatera Utara secara bergilir.

Seperti yang dijanjikan, unjuk rasa kali ini berlangsung tertib, kendati ada suguhan teatrikal bakar ban di Bundaran SIB, Petisah. Polisi tampak hanya berjaga-jaga. Mayoritas peserta aksi mengakui telah bertindak di luar batas pada demonstrasi kemarin. Aksi sengit kemarin menyebabkan kerusakan di berbagai kantor pemerintahan dan fasilitas publik. Kantor-kantor berpecahan, Mall Palladium juga demikian hingga fasilitas olahraga dan atrium Lapangan Merdeka mengalami rusak parah.





Setelah aksi sore ini, mereka membubarkan diri dengan menghidupkan klakson kendaraan yang mereka naiki. Solidaritas tampak tulus kendati banyak yang mengatakan bahwa mereka hanya “ikut-ikutan saja”, tidak paham apa yang dituntut.  

Di lain sisi, pemerintah di Jakarta, seperti biasa, telah menuduh aksi unjuk rasa mahasiswa dan buruh di seluruh Indonesia, kemarin (8/10) “ditunggangi” oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. 

“Pemerintah akan menindak tegas penyusup yang telah melakukan tindakan anarkisme,” kata Mahfud MD, Menkopolhukam di Jakarta. Namun, pemerintah tidak mengungkapkan lebih lanjut siapa “penunggang” yang mereka maksud. Presiden hari ini giat melancarkan sosialisasi mengenai UU Cipta Kerja. Dia berharap massa mengerti mengenai keseluruhan peraturan yang baru dia buat. (Rio)

No comments