Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Gubernur Edy Membahas UU Cipta Kerja Bersama Masyarakat

Medan | suaraburuhnasional.com - Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi di rumah dinasnya Jalan Jenderal Sudirman, Kamis (15/10/2020) membag...




Medan | suaraburuhnasional.com - Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi di rumah dinasnya Jalan Jenderal Sudirman, Kamis (15/10/2020) membagikan beberapa salinan naskah asli Undang-Undang Cipta Kerja kepada kelompok masyarakat yang berkepentingan agar dilakukan pengkajian mendalam. Naskah UU Cipta Kerja yang dibagikan adalah naskah terakhir dengan tebal 812 halaman, sama seperti naskah yang dikirimkan DPR RI kepada Presiden RI untuk ditandatangani agar diundangkan di lembaran negara.

Kelompok masyarakat yang mendapat salinan naskah itu di antaranya adalah kelompok akademisi, para pemuka agama, kelompok buruh, mahasiswa, pentolan masyarakat, Forkopimda, hingga pakar hukum di Kota Medan. Gelaran itu diberi nama Kelompok Kerja (Pokja) Omnibus Law. 

Edy mengatakan, dengan dibagikannya salinan UU Cipta Kerja kepada yang merasa dirugikan dan kepada mereka yang berkapasitas dapat memberi kepastian mengenai polemik yang beredar dan akan mengkajinya secara mendalam. Pendalaman isi naskah diharapkan selesai dalam waktu seminggu. 

Setelah pendalaman dari masing-masing kelompok selesai, Edy beserta beberapa elemen yang disebutkan di atas itu akan mulai mendiskusikannya bersama-sama. “Nanti kita sediakan tempat presentasi di sini (di rumah dinas). Kita bentuk moderator. Kita bentuk tim untuk berdiskusi,” katanya. 

Kemudian, setelah diskusi dan masih juga ditemukan kerugian masyarakat Sumut atas hadirnya UU Cipta Kerja, Edy bersedia menghadap Presiden untuk menyampaikan saran. Namun, sebelum pembahasan dilakukan, kata Edy, kelompok buruh dan mahasiswa diharapkan menahan segala bentuk amarah. “Boleh berunjuk rasa, tapi jangan rusak fasilitas publik,” katanya melanjutkan.

Kendati Pemerintah Provinsi Sumut mendapat banyak apresiasi dari mayoritas kelompok buruh dan tokoh-tokoh lainnya hingga nasional atas kebijaksanaannya tersebut, demo buruh di depan kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Medan masih saja digelar oleh salah satu serikat buruh, walau dalam skala kecil. Kelompok ini menamakan dirinya Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) yang tidak mendapat undangan dari Pokja bentukan Edy. 

Tuntutan mereka masih sama seperti yang lalu-lalu, yakni menolak UU Cipta Kerja disahkan. Namun, tak lama, mereka membubarkan diri setelah ditemui dan berdialog dengan beberapa pejabat pemprov. (Rio)

No comments