Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Karena Menagih Utang, Febi Didakwa Pencemaran Nama Baik, Hakim Membebaskannya

Medan | suaraburuhnasional.com - Beberapa waktu lalu jagat sosial media sempat dihebohkan oleh sebuah tautan yang diunggah Febi Nur Amelia (...




Medan | suaraburuhnasional.com - Beberapa waktu lalu jagat sosial media sempat dihebohkan oleh sebuah tautan yang diunggah Febi Nur Amelia (29) pada akun Instagram miliknya. Tautan itu berisi tentang penagihan utang sebesar Rp 70 juta kepada Hj. Dr. Fitriani Sari Manurung, S.Pd. M.Pd, seorang wanita yang hampir menjadi calon Wakil Wali Kota Medan dari PDI-Perjuangan. 

Namun, Fitriani Manurung menyangkal memiliki utang kepada Febi. Dia bahkan merasa dirugikan atas tautan tersebut, lantas mengadukan Febi Nur Amelia kepada polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik pada tahun 2019 lalu. “Prosesnya sekarang ada di pengadilan. Makanya saya berharap hukum di negara ini (adalah) hukum seadil-adilnya,” katanya kepada wartawan pada Januari lalu.

Pada awal perkara bergulir, Fitri Manurung mengaku tidak ingin membawa Febi ke pengadilan. Namun, hal itu terpaksa ia lakukan. “Kalau dia ada minta maaf sama saya, rasanya dia tidak akan duduk di kursi pengadilan. Sampai hari ini dia tidak mengakui kesalahannya kepada saya,” ujar dia.

Dia turut menyampaikan kerugiannya dalam ihwal pencalonan dirinya sebagai bakal calon Wakil Wali Kota Medan dari PDI-Perjuangan. Dia merupakan Wakil Ketua DPC PDI-Perjuangan Kota Medan yang pada waktu itu santer dibicarakan di media sosial. Isu mengenai utang yang menimpanya, kata dia, sangat menjungkir balikkan elektabilitas politiknya. 

Dalam tautan yang menjadi akar masalah juga disebutkan bahwa Fitriani adalah seorang istri Kombes Polisi yang tak sanggup membayar utang. Fitriani tak menampik jika suaminya adalah seorang perwira tinggi polisi yang berdinas di Mabes Polri. Namun, soal utang, dia tetap ngotot membantahnya.

Dalam persidangan yang bergulir hampir setahun ini mulailah terbongkar bagaimana perkara yang menimpa Febi Nur Amelia hingga dia duduk di kursi pesakitan dan dituntut dua tahun penjara olah jaksa. 

Masalah utang piutang, menurut jaksa penuntut, bermula pada tahun 2016 silam. Terdakwa Febi Nur Amelia mengaku memberi uang kepada Fitriani sebesar Rp 70 juta untuk promosi pekerjaan suaminya yang sebagai polisi itu. Uang itu akan menjadi utang Fitriani terhadap terdakwa.  Setahun setelahnya, tepatnya pada 2017, terdakwa mulai menagih uang kepada Fitriani. Namun, Fitriani tidak menggubris karena merasa tak mempunya kewajiban membayar utang. 

Jaksa melanjutkan, siklus serupa terjadi berulang kali hingga kontak terdakwa diblokir oleh Fitriani lantaran merasa terganggu. Puncaknya ketika sebuah tautan semacam insta story di Instagram terdakwa menjadi viral. Tautan itu mengungkapkan perasaan terdakwa yang merasa utangnya tak dibayar. 

Setelah kasus bergulir cukup panjang, majelis hakim Pengadilan Negeri Medan, yang diketuai Hakim Sri Wahyuni, membacakan putusannya pada hari Selasa (06/10/2020). Putusan bebas kepada terdakwa dilayangkan tanpa keraguan.

Hakim berpendapat, terdakwa Febi Nur Amelia tidak terbukti melanggar pasal hukum tentang pencemaran nama baik sebagaimana yang telah dituduhkan padanya. Hakim mengatakan, justru Fitriani Manurung yang terbukti memiliki utang sebesar Rp 70 juta kepada terdakwa. 

Utang itu terkuak di persidangan lantaran hakim mendapati bukti yang tak terbantahkan mengenai transfer sejumlah uang ke rekening suami Fitriani yang bernama Kombes Pol Ilsarudin. 

Hakim mengatakan, transfer yang masuk ke rekening Ilsanudin sebanyak dua kali dengan total Rp 70 juta. Saat dicecar hakim mengenai uang tersebut, jawaban Fitriani dinilai tak masuk akal oleh hakim. 

Fitriani dianggap tidak mengatakan yang sebenarnya ketika menjawab bahwa uang itu adalah uang Suami Febi untuk suami Fitriani agar membelikan tas, yang nantinya tas itu diperuntukkan suami Febi kepada Febi.

“Bagaimana mungkin seorang Kombes ‘disuruh’ beli tas. Suami Anda Kombes masak ‘disuruh-suruh’ belikan tas, kan gak mungkin. Coba anda jelaskan sejelas-jelasnya tentang cerita anda,” cecar Hakim. 

Namun, semakin dicecar, cerita Fitriani tak mampu meyakini hakim. Alhasil, dalam putusannya, hakim berkesimpulan bahwa Febi patut mendapatkan kebebasannya. Terdakwa Febi wajar melakukan tautan yang menjadi viral itu sebagai upaya terakhir menagih utang. “Karena tidak ada lagi akses (terdakwa) untuk menagih utang,” kata Yang Mulia Hakim Sri Wahyuni melanjutkan. 

Seperti yang terbukti di persidangan, bahwa terdakwa sudah berusaha membela haknya, yaitu menagih utangnya lewat berbagai cara. Di lain sisi, Fitriani terbukti telah menghalangi terdakwa, yang sedang berjuang memperoleh haknya, dengan sengaja memblokir segala kontak yang ada. 

Terdakwa Febi Nur Amelia terlihat pingsan setelah mendengar putusan bebas tersebut. Belakangan diketahui, Hj. Fitriani Manurung, S.pd., M.pd, si Doktor hukum lulusan UNIMED ini berharap agar jaksa menempuh upaya hukum kasasi. (Rio)

No comments