Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Ketua Kelompok KAMI Medan Ditangkap Polda, Lanjut Dikirim ke Bareskrim

Medan | suaraburuhnasional.com - Unjuk rasa menentang Undang-Undang Cipta Kerja berlangsung di Kota Medan secara monoton. Pada hari Kamis 8 ...




Medan | suaraburuhnasional.com - Unjuk rasa menentang Undang-Undang Cipta Kerja berlangsung di Kota Medan secara monoton. Pada hari Kamis 8 Oktober, unjuk rasa berjalan ricuh. Akibatnya, kantor-kantor pemerintahan mengalami kerusakan di sana sini dan beberapa fasilitas publik pun ikut rusak. 

Sedikitnya 243 orang diduga provokator kericuhan itu ditangkap polisi walau kemudian dibebaskan. Sebanyak 24 orang ditetapkan tersangka lantas perkaranya dinaikkan ke penyidikan. Tiga orang lainnya positif narkoba, dan sisanya reaktif terhadap Covid-19.

Ketua Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Khairi Amri, menjadi salah satu yang ditangkap dan menjalani penyidikan di Polrestabes Medan. Dia diduga terkait dengan kerusuhan pada demonstrasi di depan kantor DPRD Sumut Kamis lalu. Dua orang lainnya dari kelompok KAMI pun turut diamankan. 

Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Inspektur Jenderal Martuani Sormin, Senin (12/10/2020) mengatakan, pihaknya sedang mendalami perkara Khairi Amri yang diduga mendalangi dan menyuplai para pedemo ricuh di Medan. “Sampai saat ini sudah kita buktikan. Kelompok itu (perusuh) memang ada. Nanti keterangan berikutnya, mohon waktu,” katanya.

Martuani melanjutkan, penyidik mendapati sebuah obrolan grup sosial media yang menamakan dirinya KAMI, yang ditemukan di ponsel tersangka. Obrolan itu berisi ajakan-ajakan penjarahan, tindakan anarki, dan ujaran kebencian.

Pengacara Khairi, Faisal, menilai, penangkapan yang dilakukan Polda Sumut itu sulit diterima nalar. Pihaknya bersiap menempuh jalur praperadilan jika polisi terus menahan kliennya. 

Berdasarkan keterangan yang didapat pengacara, Khairi ditangkap saat sedang membelikan air mineral kepada para pedemo. Namun, polisi menulisnya, dalam berita acara pemeriksaan, bahwa Khairi disangkakan menabrak pasal UU ITE. Hal itu, bagi pengacara, tidak ada korelasi. “Menurut kita penangkapan itu tidak sah, maka yang bersangkutan harus dilepaskan,” kata Faisal, Selasa (13/10/2020).

Setelah diperiksa di Polrestabes Medan, Khairi Amri kini dibawa ke Badan Reserse Kriminal Polri untuk mendalami pemeriksaan. Sampai saat ini, pihak kuasa hukum masih sulit menghubunginya. 

Seperti yang diketahui, KAMI adalah kelompok oposisi non parlemen yang digagas oleh bekas Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah serta Din Syamsudin. Anggotanya kini tersebar di berbagai daerah termasuk di Sumatera Utara. Kegiatan mereka sering melontarkan kritikan kepada penguasa yang menjabat dan karena itu kehadirannya kerap mendapat penolakan dari kelompok pro pemerintah. (Rio)

No comments