Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Mahasiswa Tabur Bunga di DPRD Sumut

Medan | suaraburuhnasional.com - Penolakan terhadap Undang-Undang Cipta Kerja terjadi berlarut-larut. Buruh dan mahasiswa paling getol menya...




Medan | suaraburuhnasional.com - Penolakan terhadap Undang-Undang Cipta Kerja terjadi berlarut-larut. Buruh dan mahasiswa paling getol menyatakan keberatannya akan kehadiran peraturan sapu jagat buatan Pemerintah dan DPR itu. 

Hari ini, Senin (12/10/2020) gelombang mahasiswa memadati Jalan Imam Bonjol Medan, tepatnya di depan Kantor DPRD Sumatera Utara. Mereka datang dengan keluhan yang sama dengan sebelum-sebelumnya, yakni mempertanyakan maksud Pemerintah dan DPR mengesahkan peraturan yang, mereka anggap, mengerikan itu. 

Saban hari kian kreatif aksi massa tersebut. Tidak sebagaimana demonstrasi hari pertama pada Kamis lalu yang menonjolkan kericuhan disebabkan banyaknya provokator, kini mahasiswa membawa bunga hias serta bunga kembang yang biasa dipakai untuk ziarah di pemakaman. 

Tak hanya itu. Massa yang berasal dari mahasiswa di berbagai kampus juga menggelar upacara bendera apa adanya, namun dengan posisi bendera setengah tiang. Lagu Indonesia Raya dikumandangkan dan setelah itu pimpinan upacara mengambil tempat untuk pidato.





Dalam pidato mahasiswa itu, terdengar sangat jelas bahwa mereka sedang berkabung lantaran demokrasi di Tanah Air mereka anggap sudah tiada atau mati. Hal itu dikarenakan tidak didengarnya aspirasi para massa yang menolak UU Cipta Kerja disahkan. Padahal, sebagaimana yang mereka pahami, demokrasi adalah "dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat".

Setelah upacara berkabung, mereka lanjut memasang nisan yang diselipkan di kawat duri pembatas antara Gedung DPRD dan garis depan massa aksi. Nisan itu kemudian ditaburi bunga, persis seperti ziarah di pemakaman pada umumnya. ”Kami juga berduka karena Anggota DPRD Sumut sudah mati; mati nuraninya; mati jiwanya. Bunga ini untuk mereka,” kata orator aksi, Ibnu sambil menaburi bunga. (Rio)

No comments