Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Ratusan Aparat Keamanan Amankan Aksi Demo Tolak UU Omnibus Law di Merauke

Merauke | suaraburuhnasional.com - Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Merauke AKBP Ary Purwanto, SIK didampingi Kabag Sumda Kompol Ridwan, S...




Merauke | suaraburuhnasional.com - Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Merauke AKBP Ary Purwanto, SIK didampingi Kabag Sumda Kompol Ridwan, SH, para Kasat beserta ratusan TNI dan Polri amankan aksi demo tolak UU Cipta Kerja yang  bertempat  di Areal Tugu Lingkaran Brawijaya Merauke Papua, Kamis (08/10/2020).

Massa sekitar 500 lebih yang dipimpin oleh Hidayat Baadilla selaku Ketua Umum HMI Merauke melaksanakan orasi bergantian dengan membawa spanduk, pamflet, bendera mahasiswa dari berbagai element mahasiswa seperti HMI, GMKI, PMKRI, PMII, KAMMI, BEM Fatek, BEM Faperta, IMKEI Merauke yang diterima oleh perwakilan DPRD Kabupaten Merauke Hj. AL Mar’atus.

Dalam arahannya Kapolres Merauke menyampaikan kepada seluruh anggota pengamanan agar melaksanakan pengamanan sesuai protap, laksanakan dengan ikhlas dan rasa penuh tanggung jawab. “Ia benar kita berikan rasa aman dan nyaman kepada adik-adik mahasiswa dengan humanis,” kata Kapolres dalam keterangan Humas Polres Merauke.

Dari hasil orasi kemudian dituangkan dalam petisi yang dibacakan memuat beberapa point penolakan UU Cipta kerja diantaranya, 1. Kami menolak UU Cipta kerja karena UU Cipta kerja tidak pro terhadap rakyat kecil. 2. Kami menuntut agar presiden tidak mendatangani UU Cipta kerja. 3. Meminta agar dilakanakan uji materi ke Mahkamah konstitusi. 4. Melalui DPRD Kabupaten Merauke agar mendesak DPR RI dengan mendengar aspirasi masyarakat untuk menolak RUU Cipta kerja, Mengawal setiap kebijakan DPR dan Pemerintah. 5.Kami menolak UU Cipta kerja yang tidak berpihak kepada pelestarian lingkungan dan hak-hak pekerja, Kami melakukan pengawalan terhadap UU Cipta kerja.

Tuntutan dari aksi demo ditandatangani oleh Perwakilan DPRD Kabupaten Merauke dan menerimanya. Massa aksi demo tersebut kembali membubarkan diri masing-masing, 200 personil TNI-Polri amankan giat ini sehingga situasi aman dan terkendali.






Diakhir pengamanan Kapolres Merauke mengatakan bahwa Polres Merauke tidak mengeluarkan STTP terhadap aksi ini karena sudah bertentangan dengan maklumat Kapolri, Peraturan Bupati Merauke dan Instruksi Presiden terkait dengan pada masa pandemic Covid-19.

"Kita sudah siapkan petugas dan alat rapid test untuk massa pendemo ini, namun dari massa pendemo menolak semua ini, jadi kita berdoa saja agar adik-adik mahasiswa ini sehat dan semoga tidak terjadi klaster pendemo pagi ini,” ungkapnya.

Kata Kapolres pihaknya tidak menutup hak-hak warga negara  untuk menyampaikan aspirasi, pendapat, namun menyampaikan pendapat tidak harus turun kejalan, cukup dengan beberapa perwakilan datang ke Kantor DPRD Merauke untuk melakukan audience secara bijak, sama saja aspirasi mahasiswa akan diterima oleh Pemerintah dan pihak Kepolisian dapat memfasilitasi. (Nasrun Labata/Alfi Syahri/M. Yasir)

No comments