Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Tabligh Akbar di Desa Pondok Bungur Asahan Dihiasi Tarian dan Silat Melayu Asahan

Asahan | suaraburuhnasional.com - Tabligh Akbar di Desa Pondok Bungur, Kabupaten Asahan yang di laksanakan oleh Panitia Hari Besar Islam (PH...




Asahan | suaraburuhnasional.com - Tabligh Akbar di Desa Pondok Bungur, Kabupaten Asahan yang di laksanakan oleh Panitia Hari Besar Islam (PHBI) dihiasi dengan tarian dan Silat Melayu Asahan, para panitia juga menggunakan pakaian lengkap adat Melayu Asahan.

Dalam menggalang ukhwuwah dan meluruskan tauhid, PHBI Pondok Bungur menggelar kegiatan tabligh akbar di Masjid MTQ 1946 Desa Pondok Bungur, di Kecamatan Rawang Panca Arga, Kabupaten Asahan, dengan penceramah Buya Syech H Tengku Zulkarnain.

Menurut sejarah, Masjid MTQ 1946 yang terletak di Dusun II Desa Pondok Bungur, Kecamatan Rawang Panca Arga, Kabupaten Asahan merupakan tempat pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) se-Indonesia untuk pertama kalinya, yang digelar tanggal 12 Februari 1946, sekitar enam bulan setelah diproklamirkannya kemerdekaan Negara Indonesia.

Kehadiran Buya Syech H Tengku Zulkarnain di pelataran Masjid MTQ 1946 Desa Pondok Bungur, Minggu (11/10/2020), disambut PHBI Pondok Bungur dengan tarian khas Melayu Asahan yang kemudian dirangkai dengan penampilan pencak silat melayu.

Kedatangan Buya Tengku juga disambut panitia dengan suguhan santapan khas melayu Asahan dan dianugerahkan sebentuk Tengkulok oleh Ketua PHBI Pondok Bungur, Bisma Wira Negara. Sementara dalam ceramah, Buya Syech H Tengku Zulkarnain menekankan bahwa ahlus sunnah waljamaah harus meluruskan tauhid, kuat membina ukhuwah dan tidak terpecah belah.

Buya Syech H Tengku Zulkarnain pada kesempatan itu, Buya Tengku juga menyampaikan rasa sangat terharu atas penyambutan panitia yang seluruhnya berpakaian adat melayu lengkap, serta penampilan silat melayu dan tarian melayu oleh anak wanita berhijab.




“Tengkulok atau tanjak adalah mahkota orang Melayu, ianya adat yang baik dan luhur, tidak melanggar hukum syara,” ujar Buya Tengku. “Adat Melayu bersendi syara, syara bersendi kitabullah. Tidak melayu bila tidak Islam,” tambahnya lagi.

Terpisah Ketua PHBI Pondok Bungur mengatakan kepada awak media bahwa kegiatan tersebut berlangsung baik dan tertib dengan mengikuti protokol kesehatan Covid-19, memakai masker dan menjaga jarak. “Warga mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias luar biasa, dimana warga dengan ikhlas memberikan sumbangan, berupa nasi ummat dan melakukan penggalangan infaq,” ujarnya.

Bisma juga menerangkan bahwa kegiatan tersebut merupakan hasil kerjasama PHBI Pondok Bungur dengan Pemuda Pancasila Ranting Desa Pondok Bungur, FPI Kabupaten Asahan, Masyarakat Adat Melayu Asahan, Al Jamiyatul Washliyah Pondok Bungur, Komunitas Lestari Berbagi, Alam Tengkulok dan JA Gallery. (Indra.Sibarani)

No comments