Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Terkait Rencana Pengendalian Banjir Sungai Padang, Wali Kota Kunjungi BWSS II Medan

Tebing Tinggi | suaraburuhnasional.com - Terkait kelanjutan rencana normalisasi dan pengendalian banjir Sungai Padang, Wali Kota Tebing Ting...




Tebing Tinggi | suaraburuhnasional.com - Terkait kelanjutan rencana normalisasi dan pengendalian banjir Sungai Padang, Wali Kota Tebing Tinggi, Ir. H. Umar Zunaidi Hasibuan, MM melakukan pertemuan dengan pihak Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II, Rabu  di Kantor BWSS II Medan, Rabu (14/10/2020). 

Kunjungan Wali Kota bersama Kadis Kominfo Dedi Parulian Siagian, Kadis PU Rusmiyati Harahap dan Kepala Bappeda Erwin Suheri Damanik diterima Kepala BWSS II Maman Noprayamin beserta tim.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota mengungkapkan, kedatangan kami dari Pemerintah Kota Tebing Tinggi ingin menanyakan tindak lanjut program pengendalian banjir Kota Tebing Tinggi, yang mana pada tahun-tahun sebelumnya sudah disusun sedemikian detail, tetapi pada waktu itu mendekatnya masa akhir Pak Jokowi tidak jadi dikerjakan, karena program strategis nasional tersebut membutuhkan biaya yang besar dan waktu yang panjang. 

"Oleh karena itu, hari ini kita datang kembali untuk menanyakan kapan di follow up dan kira-kira bagaimana. Tadi kita telah melakukan pertemuan dan dapat informasi bahwa ada kajian baru lagi tentang pengendalian banjir ini dengan melibatkan beberapa sungai, yaitu Sungai Belawan, Deli, Percut dan Sungai Padang Tebing Tinggi," ungkap Wali Kota.

Ditambahkan Wali Kota, nanti akan ada juga semacam satu kajian yang menginisiasi membandingkan dengan membuat normalisasi dan melakukan sudetan secara langsung di Sungai Padang ini dibandingkan dengan membuat bendungan dan waduk, mana yang paling efektif dan efisien. Kalau nanti hasilnya sudah keluar, tentunya itu yang akan dilaksanakan," sebutnya. 

"Kita berterima kasih bahwa, study tadi akan berakhir di Bulan Mei dan akan dilanjutkan dengan kontruksi yang merupakan satu bagian. Namun ada catatan disitu, bahwa kita harus mempersiapkan lahan dengan catatan lahan tadi tentunya perlu daerah untuk berkontribusi," kata Wali Kota. 

Di kesempatan itu juga, Wali Kota menyampaikan, kita mengharapkan kontribusi lahan ini dari Kabupaten/Kota dan Provinsi nantinya termasuk dari Pemerintah Pusat ikut sharing dalam pembiayaan tentang lahan ini," tuturnya. 

Lanjut Wali Kota, kita berharap, sebelum proyek ini jalan tentu ada program jangka pendek yang kita mintakan kepada kementerian PUPR Direktorat Jenderal Pengelolaan Sumberdaya Air, khususnya tentang normalisasi dengan melakukan pengerukan Sungai Padang, peninggian tanggul dan juga perbaikan pintu-pintu klep yang ada. 

"Inilah yang dikatakan Kepala Balai akan dilanjutkan ke Jakarta supaya penanganan darurat ini bisa dilakukan, sementara penanganan permanen dan jangka panjangnya dikerjakan," terang Wali Kota. 

Sementara itu, Kepala BWS Sumatera II, Maman Noprayamin menanggapi bahwa, saat ini sedang dilaksanakan study desain oleh Kementerian terkait penanganan Sungai Padang. Tentunya masalah yang ada atau krusial yaitu banjir. Banjir ini tentunya ada beberapa aspek yang harus dilihat, seperti lahan dan berbagai masalah yang terkait dengan banjir. 





"Ini juga mungkin akan kita lakukan kegiatan-kegiatan yang mendesak dan akan diusulkan ke Kementerian supaya ada penanganan jangka pendek dan juga tidak mengabaikan rencana jangka panjang. Tentunya tetap berbasis dengan penanganan banjir secara makro, yaitu managemen," ujarnya.

Terkait penyodetan Sungai Padang ke Sungai Bahilang, Kepala BWSS II, Maman Noprayamin menjelaskan, tentunya kita melihat konsultan kita yang sedang melaksanakan, apa hasil dari mereka. "Jangan sampai juga investasi pemerintah terkait dengan penanganan sudetan ini nanti tidak secara utuh bermanfaat bagi masyarakat," tegasnya mengingatkan. 

Lebih lanjut disampaikan Kepala BWSS II, dari hasil pertemuan ini kemungkinan kami akan melihat prioritas penanganan dalam jangka pendek apa yang harus dilakukan di Sungai Padang dan kami coba untuk segera ditindaklanjuti dengan usulan dari Pemerintah Pusat di Kementerian, karena secara anggaran ke depan terbatas," pungkasnya. (Alfian Haris)

No comments