Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Ditegaskan, NU Merauke Harus Netral Dan Tidak Boleh Digiring Ke Politik Praktis

Merauke | suaraburuhnasional.com - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Merauke menegaskan secara kelembagaan NU sebagai organis...




Merauke | suaraburuhnasional.com - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Merauke menegaskan secara kelembagaan NU sebagai organisasi masyarakat yang bergerak di bidang agama dan kemasyarakatan tidak boleh berpolitik praktis. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris NU Kabupaten Merauke, ustad Agus Irianto saat diwawancarai wartawan suaraburuhnasional.com di kediamannya, Senin (02/10/2020). 

Kata Agus Irianto, berdasarkan Anggaran Dasar (AD) Anggaran Rumah Tangga (ART) NU, dalam kontestasi politik Pilkada apabila ada pengurus NU yang mencalonkan diri sebagai calon kepala daerah dalam hal ini Bupati maupun Wakil Bupati dan lainnya maka harus menyatakan kesediaan untuk mundur dari jabatan secara tertulis.

“Dalam AD/ART NU memang tidak boleh. Itu telah diputuskan dalam Muktamar dan sudah menjadi keputusan tertinggi di NU. Sehingga tidak boleh pengurus NU berpolitik praktis. Apabila ketua PCNU mencalonkan diri dalam jabatan publik, maka harus mengundurkan diri,” tegasnya.

Selain itu, dirinya juga menambahkan bahwa penggunaan lambang NU dalam kegiatan politik tidak diperbolehkan dan itu bertentangan dengan aturan yang ada. Agus Irianto juga mengimbau kepada seluruh warga Nahdiyin/NU di Kabupaten Merauke untuk tetap mengunakan hak pilihnya sebagai warga negara yang baik pada tanggal 9 Desember 2020 dengan memilih calon kandidat yang terbaik.

Katanya, ketiga pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Merauke baik kandidat nomor urut satu, dua maupun tiga yang akan bertarung adalah putra-putra terbaik yang wajib untuk dipilih berdasarkan hati nurani.

"Setiap warga NU boleh memilih siapa pun kandidat calon Bupati sebagai bagian dari demokrasi. Bagi pengurus NU yang berpolitik praktis silahkan mengundurkan diri secara tertulis dan tembusannya ke Pengurus Besar NU di Jakarta," demikian terangnya. (Nasrun Labata/Hidayat Baadilla)

No comments