Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Edy Santosa Kirim Beras Broken 75 Ton, Wujud Nyata Bangkitkan Pertanian di Merauke

Merauke | suaraburuhnasional.com - Kandidat calon Wakil Bupati Merauke nomor urut satu (1), H. Edy Santosa, BSc merupakan sosok seorang yang...




Merauke | suaraburuhnasional.com - Kandidat calon Wakil Bupati Merauke nomor urut satu (1), H. Edy Santosa, BSc merupakan sosok seorang yang tenang dan pecinta tanaman. Saat diwawancarai di sela-sela kesibukan mempersiapkan pesta demokrasi menyempatkan berbincang mengenai peluang Kabupaten Merauke sebagai daerah Agribisnis, Senin (02/11/2020).

Sebagai seorang yang sudah lama berkecimpung di bidang pertanian, Edy Santosa menyampaikan bahwa saat ini di Kabupaten Merauke masih mengandalkan Bulog sebagai pembeli beras dari tempat-tempat penggilingan beras petani. 

Padahal Bulog sendiri memiliki Syarat kualitas dan kuota pembelian yang diatur oleh ketentuan Bulog. Sehingga tidak dapat menyerap secara maksimal beras petani Merauke. Maka disinilah peran kerjasama dengan pihak swasta dari daerah lain agar beras dapat tersalur.

Bukan hanya beras tetapi juga beras broken (patah) dan menir yang kurang diminati di Merauke ternyata memiliki nilai jual yang cukup menarik di Pulau Jawa. 

Dirinya yang meskipun dilanda hujatan bahkan fitnah namun tetap bekerja dalam diam dan dengan konsep dan gagasan besar. Edy Santosa telah bekerja sama dengan rekan di Jawa untuk pengiriman beras broken dari Merauke yang tahap pertama di kirim 75 ton ke Kabupaten Purworejo dan mendapat respon yang baik. 

Karena disana beras akan diayak dan disortir menjadi 3 grade yaitu beras broken (patah), beras bronir (broken menir) dan menir. Untuk menir sendiri sebagai bahan baku pembuatan tepung beras. Apabila dari 127.000 ton beras produksi petani Merauke terdapat 10% beras broken yang tidak dapat di beli oleh Bulog berarti ada sekitar 12.000 ton beras broken dan menir yang tidak memiliki nilai jual di Merauke. 

Program Edy Santosa untuk Kabupaten Merauke bisa memiliki feed pellet mill agar bisa mengolah pakan ternak sendiri karena kesediaan bahan baku 80% di Kabupaten Merauke sudah memungkinkan untuk memproduksi itu. 

Seperti tersedianya dedak, jagung, tepung daun, tepung ikan pun bisa disiapkan. Dengan pola integrasi ini petani dan peternak sudah sangat efisien bisa terpenuhi dalam hal pakan, karena peternakan itu 60% nya adalah soal pakan. 

Jika pakan sudah bisa produksi sendiri di sini menjadi suatu keunggulan komperatif dan kompetitif Kabupaten Merauke sehingga Bidang agribisnis bisa berjalan dengan baik apabila sinergi itu bisa kita lakukan. Dalam pekan ini dirinya sudah siap untuk pengiriman 2 kontainer menir ke pulau Jawa yg mana 1 konterner berisi 25 ton hasil mengumpulkan dari tempat-tempat penggilingan beras petani. 

Secara keseluruhan dia telah membantu mengirim sekitar 250 ton beras broken dan menir. Agar penggilingan bisa beroperasi kembali dirinya menjalin kerjasama dengan perusahaan di Jakarta agar dapat membeli beras dari Merauke. 

Edy Santosa optimis dapat membangkitkan pertanian dan peternakan Kabupaten Merauke serta pengembangan daerah bukan sekedar swasembada tetapi juga maju dalam produk hasil olahan Agribisnis, tentu saja hal ini dapat terwujud jika programnya bisa bersinergi dengan dukungan masyarakat di bumi Animha Kabupaten Merauke. (Nasrun Labata/Khairina Sogono/Hidayat Baadilla)

No comments