Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Jelang HUT Marinir, Dankormar Kunjungi Pelaku Sejarah Cikal Bakal Marinir

Tegal | suaraburuhnasional.com - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Korps Marinir Tahun 2020, Komandan Korps Marinir (Da...




Tegal | suaraburuhnasional.com - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Korps Marinir Tahun 2020, Komandan Korps Marinir (Dankormar), Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono, didampingi Ketua PG Jalasenastri Korps Marinir, Ny Etta Suhartono mengunjungi pejuang kemerdekaan sekaligus pelaku sejarah cikal bakal terbentuknya KKO AL atau yang sekarang disebut Korps Marinir, Kopral KKO Purn Bakri (90).

Dankormar sempat bertatap muka langsung dengan Kopral Mar Bakri, untuk mengetahui kondisi pejuang sekaligus pelaku sejarah tersebut maupun keluarganya di kediamannya di Jalan Cempaka, Kelurahan Kejambon, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal.

Dinas Penerangan Korps Marinir dalam keterangan tertulisnya, Kamis (12/11/2020), menyebutkan, Korps Marinir merayakan HUT ke-75 Tahun 2020 dengan cara bersilaturahmi dan berbagi ke sesama, termasuk yang dilakukan Komandan Korps Marinir ke kediaman pejuang kemerdekaan sekaligus pelaku sejarah terbentuknya cikal bakal Korps Marinir, Kopral (Purn) Bakri (90 tahun), mantan prajurit Badan Keamanan Rakyat (BKR) Laut atau prajurit pasukan Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) CA IV di Kota Tegal.

Saat bertemu Kopral KKO Purn Bakri, Senin (9/11/2020), dengan semangat mantan KKO itu menceritakan kisah perjuangannya melawan penjajah yang sudah menduduki NKRI. "Pada tahun 1947, kapal induk Amerika di tengah laut datang mendarat di Tegal dan menembakkan rudal. Peristiwa itu banyak makan korban," terangnya.

Selang beberapa waktu, Sekutu kembali menyerang dari arah selatan dengan menggunakan tank. Kala itu tentara Sekutu diboncengi Belanda yang berniat kembali untuk menjajah Indonesia. "Tentara kita terpaksa mundur ke daerah Karangmalang yang masih hutan jati. Kurang lebih dua bulan kemudian pindah dengan merayap selama dua malam ke Penggarit, Pemalang," sambungnya.

Di situ, kata Bakrie, tentara Indonesia kembali diserang oleh Belanda dari udara. "Waktu itu tentara kita pada mandi di kali. Tiba-tiba ada serangan dari udara, pesawat Belanda ngantem. Ngocar-ngacir. Banyak korban. Anggota CA IV juga banyak jadi korban di situ. Teman saya banyak yang ketembak dan mati di situ. Untung saya dempes (ngumpet) di tembok betonan. Saya selamat," kenangnya.

Di akhir ceritanya, Kopral KKO Purn Bakri mengucapkan rasa syukur dan berterimakasih atas kedatangan Komandan Korps Marinir beserta rombongan untuk menjalin silaturahmi walaupun sudah lama pensiun. “Saya merasa bangga kepada Marinir atas segala perhatian yang diberikan kepada saya dan keluarga. Semoga di HUT ke-75 Korps Marinir makin jaya,"pungkasnya.

Selain bertatap muka, di akhir kunjungannya Komandan Korps Marinir beserta Ketua PG. Jalasenastri Korps Marinir juga memberikan tali asih sebagai bentuk kepedulian untuk turut meringankan beban dan memberikan dukungan moril kepada para pejuang yang sudah mempertaruhkan jiwa dan raga mereka demi keutuhan NKRI.

“Saya sangat bangga bisa terlahir di tanah para pejuang, sebagai generasi penerus Korps Marinir, kami akan selalu mengilhami semangat juang, pantang menyerah, seperti yang sudah diperlihatkan oleh Kopral KKO Purn Bakri," ucap Dankormar. (Nelson Srg/Dispen Kormar)

No comments