Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Korupsi ADD, Mantan Kades Gunung Rante Ditangkap Polres Batu Bara

Batu Bara | suaraburuhnasional.com - Polres Batu Bara berhasil menangkap Hadirman Situmorang mantan Kepala Desa Gunung Rante Kec. Talawi Kab...




Batu Bara | suaraburuhnasional.com - Polres Batu Bara berhasil menangkap Hadirman Situmorang mantan Kepala Desa Gunung Rante Kec. Talawi Kabupaten Batu Bara yang diduga telah melakukan korupsi Anggaran Dana Desa (ADD), Selasa (03/11/2020). 

Hadirman Situmorang akhirnya bertekuk lutut setelah dibekuk oleh Satuan Reskrim Tipikor Polres Batu Bara dalam pelariannya selama ini ke Provinsi Jambi Desa Bungku RT 7 Kec. Kab. Batang Hari, Bajubang.

Penangkapan mantan kepala desa tersebut, berdasarkan informan yang ada di lokasi tempat tinggal tersangka (HS), selanjutnya Polres Batu Bara mengirimkan Kanit Tipikor Iptu Abdi Tansar SH, dan 4 personil lainnya untuk melakukan investigasi di tempat persembunyian tersangka.

Tak butuh waktu lama, dalam tempo 24 jam setelah melakukan investigasi akhirnya Hariman Situmorang mantan kepala desa tersebut berhasil ditangkap tepatnya di sebuah warung tuak milik salah seorang warga di kampung tempatnya bersembunyi.

Menurut pengakuan tersangka,"dia (HS.red) melarikan diri dari Kab. Batu Bara sejak bulan April 2019 hingga sekarang ini, pada saat ditangkap Jumat (23/10), Hariman Situmorang sedang asyik duduk sambil minum tuak dengan temannya. Semenjak pelarianya, (HS) bekerja sebagai penjaga perkebunan di daerah tersebut dan hasil korupsi ADD telah habis difoya foyakan di tempat hiburan yang menjadi hobinya," cetus Hadirman.


 

Sementara itu, Kasat Reskrim AKP Bambang Gunanti, SH, MH menjelaskan dalam pres relisnya,"bahwa tersangka (HS) telah melakukan tindak korupsi penyalahgunaan Anggaran Dana Desa (ADD) yang telah merugikan negara sebesar Rp. 431.238.681, Hardiman terkena pasal 2 ayat 1 subs .pasal 3 dari UU RI no . 31 tahun 1999. Jo UU RI No.20 tahun 2001 . tentang pemberantasan tindak pidana korupsi yang berbunyi, setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu porporasi, yang merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun kurungan penjara.
 
HS selaku mantan kepala desa tersebut telah mengakui semua kesalahannya dan tidak ada yang terlibat dalam korupsi Anggaran Dana Desa (ADD) yang telah dilakukannya tersebut," ungkap Kasat Reskrim. (Nelson Srg/Bm)

No comments