Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Salah Paham Terkait Retribusi Alsintan, Begini Penjelasan Pengelola Alsintan Yang Benar

Merauke | suaraburuhnasional.com - Pengelola Alat dan Mesin Pertanian (AlSinTan) dari Rumah Aspirasi H. Sulaeman L. Hamzah, Ahmad Yani menya...




Merauke | suaraburuhnasional.com - Pengelola Alat dan Mesin Pertanian (AlSinTan) dari Rumah Aspirasi H. Sulaeman L. Hamzah, Ahmad Yani menyampaikan klarifikasi terkait penjelasan tentang cara kerja Alsintan yang terkesan dipelintir.

Hal ini disampaikan oleh dirinya usai beredar pemberitaan salah satu media lokal yang judul beritanya yang dinilai salah paham dan mencatut salah satu partai besar yaitu Nasional Demokrat (NasDem).

"Saya ditelepon ke kota oleh bapak Hengky Ndiken dan saya disuruh jelaskan terkait cara kerja Alsintan yang diberikan oleh Rumah Aspirasi. Saya jelaskan bahwa bantuan itu sangat membantu kami masyarakat disana," jelasnya kepada wartawan suaraburuhnasional.com, Senin (16/11/2020).

Katanya, dirinya pun tidak tahu menahu kalau ada wartawan yang mewawancarai kala dipanggil. Namun pernyatan itu dikeluarkan dalam pemberitaan tanpa konfirmasi oleh dirinya. 

Ahmad Yani menjelaskan bahwa, terkait dengan retribusi/uang sewa yang diambil dari masyarkat bukanlah digunakan untuk kepentingan pribadi namun digunakan untuk biaya operasional seperti pembelian bahan bakar dan upah operator serta pemeliharaan mesin pertanian tersebut. Jika terdapat kelebihan dari uang sewa yang sudah dibayarkan oleh masyarakat, Rumah Aspirasi menyarankan digunakan untuk kepentingan umum seperti perbaikan jalan kampung, orang sakit dan bantuan untuk rumah ibadah dll. Jadi betul-betul untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Dirinya menyesalkan pernyataannya diplintir seolah-olah Rumah Aspirasi memungut biaya dari bantuan Alsintan tersebut. Padahal retribusi itu untuk dimanfaatkan kembali ke masyarakat selain untuk operasional mesin pertanian. "Kan alat itu perlu operasional dan untuk perbaikan alat jika ada kerusakan digunakan dari uang tadi sehinggga masyarakat merasa terbantukan," katanya menambahkan.

Retribusi/uang sewa alat tersebut sebesar Rp. 1.500.000/ha yang mana lebih murah jika menggunakan alat pribadi yang mengharuskan masyarakat membayar Rp. 2.000.000.  Dirinya mengaku selama mengelola Alsintan tersebut tidak ada permasalahan yang terjadi, justru masyarakat merasa sangat terbantukan. Karena dengan harga yang lebih murah dibanding dari umum. 

Dalam kesempatan itu pun selaku pengelola, Yani menyampaikan permohonan maaf atas pemberitaan tersebut dan sekaligus mengucapkan terima kasih kepada Partai NasDem dan Rumah Aspirasi karena semenjak ada Alsintan tersebut sangat membantu masyarakat. (Nasrun Labata/Alfi Syahri)

No comments