Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Classic Header

{fbt_classic_header}

Breaking News

latest

JGG Tegaskan, Pengekangan Pada Masyarakat Jagebob Oleh Tim 03 Menciderai Tatanan Nilai Demokrasi

Merauke | suaraburuhnasional.com - Tokoh dan sesepuh Marind, Jhon Gluba Gebze (JGG) menegaskan bahwa aksi tim sukses dari kandidat nomor uru...




Merauke | suaraburuhnasional.com - Tokoh dan sesepuh Marind, Jhon Gluba Gebze (JGG) menegaskan bahwa aksi tim sukses dari kandidat nomor urut 03 (Romarin) yang mengintimidasi masyarakat di Kampung Mimi Baru, Gurinda Jaya dan Wenda Asri merupakan tindakan melanggar tatanan nilai-nilai demokrasi dan hak-hak kedaulatan rakyat.

Hal ini disampaikan karena tindakan intimadasi dan pengekangan terhadap hak berdemokrasi ini dilakukan oleh kelompok timses menjelang pemilihan kepala daerah tanggal 9 Desember 2020. "Saya selaku Tokoh Marind dari negeri Anim Ha tanah Papua Selatan merasa penting menyampaikan koreksi terhadap kandidat yang menghalalkan cara untuk mencapai tujuan dengan melakukan teror yang menggunakan masyarakat lokal terhadap masyarakat nusantara lainnya," ucapnya, Rabu (02/12/2020).

"Sekelompok warga terkasih dari Kampung Po yang bermarga tertentu ada tiga marga yang ditunggangi oleh kandidat nomor 03 dengan mengancam bahwa kalau para warga di kampung tersebut tidak memilih kandidat nomor 03, hak penggarapan, hak penghunian akan dicabut oleh pemilik hak ulayat," jelasnya.




Praktek-praktek seperti ini menurut JGG adalah praktek yang sangat menciderai nilai-nilai demokrasi dan hak-hak kedaulatan rakyat di Kabupaten Merauke sebagai istana damai. JGG menghimbau kepada warga Kamno Sari, Gurinda Jaya, Mimi Baru dan Wenda Asri untuk tidak takut dengan intimidasi tersebut karena dirinya akan berada bersama warga untuk membela warga yang terintimidasi dari pemilik marga di Kampung Po tersebut. 

Jhon Gluba Gebze juga berharap dari kejadian ini masyarakat bisa melihat calon mana yang sungguh-sungguh dalam memimpin Merauke dengan hati dan kebijaksanaan dan mana yang segala cara dilakukan agar menduduki kursi panas Bupati dan Wakil Bupati namun dari cara yang tidak elok. (Nasrun Labata/Alfi Syahri)

Tidak ada komentar